KBRN, Jember: Polisi kehutanan (Polhut) Taman Nasional Meru Betiri Jember mengadukan kasus perusakan dan pembakaran 2 Pos Polhut Resort  Sanenrejo dan Resort Andong Rejo, Kecamatan Tempurejo ke polres Jember yang terjadi 2 pekan lalu.

Diduga motif pengerusakaan oleh sekelompok orang tak dikenal itu terkait  kasus penjarahan hutan dan ilegal loging yang terjadi didaerah tersebut.

Koordinator Polhut Taman Nasional Meru Betiri, Musafa menjelaskan, pada tanggal 5 agustus 2013 sekitar pukul 20.00 WIB, pos polhut  Resort Sanenrejo, kecamatan Tempurejo dirusak oleh sekelompok orang tak dikenal. Pelaku yang diduga adalah orang yang sebelumnya gagal melakukan ilegal logging dikawasan tersebut akhinya melakukan pengerusakan fasilitas yang berada di pos.

“Mereka melempari pos dengan batu, merobohkan teras, dan merusak perabotan serta barang-barang electronik seperti TV, Sofa dan tempat tidur. Tidak hanya itu satu unit  GPS dan tabung LPG juga dilaporkan hilang dalam aksi massa itu.

Sayangnya, tidak ada saksi yang melihat kejadian pengerusakan pos Polhut resort Sanenrejo karena petugas yang bertugas di pos tersebut belum datang, sehingga tidak diketahui dengan pasti siapa dan berapa jumlah pelaku pengerusakan,” terangnya kepada RRI, Jumat (16/8/2013).

Sementara untuk pengerusakan yang terjadi di Pos Polhut Resort Andongrejo terjadi pada tanggal 13 Agustus kemarin. Menurut Musafa, awalnya ada beberapa orang yang membunyikan petasan di depan pos resort Andongrejo yang dibarengi dengan lemparan batu. peristiwa tersebut  berhasil membuat  seorang petugas yang berjaga di pos tersebut keluar untuk mencari  bantuan.

Pelaku yang di duga berjumlah 3 orang itu akhirnya dengan leluasa melakukan pengerusakan dan pembakaran setelah pos dalam keadaan kosong.  Kerugian yang dialami atas  pengerusakan  dua pos Polhut  Taman Nasional Meru Betiri tersebut, tegas Musafa,  ditaksir mencapai hingga belasan juta rupiah.

Dikonfirmasi terpisah, kasat Reskrim Polres Jember, AKP Makung Ismoyo jati SIK,  membenarkan jika aparat kepolisiaan telah menerima laporan terjadinya aksi pengerusakaan tersebut, sejauh ini aparat kepolisiaan mengaku masih mendalami kasus pengerusakan dua pos Polhut Taman Nasional Meru Betiri, dan masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi. (Gandhi/YY)

http://rri.co.id/index.php/berita/66067/Diduga-Terkait-Ilegal-Loging-Pos-Polhut-TNMB%E2%80%A6-#.UhlBqjyx-bs