PONTIANAK, BeritAnda – Tim Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Bekantan – Balai Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar bekerjasama dengan tim dari Polda Kalbar berhasil menyita 306 paruh Burung Enggang Gading yang dilindungi bernilai milyaran rupiah dalam sebuah operasi pengamanan tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi yang dilaksanakan pada 25 April 2013 di Kabupaten Melawi. Demikian disampaikan Kepala BKSDA Kalbar Hj. Siti Chadidjah Kaniawati dalam konferensi pers yang digelar, Jumat (26/4/2013), dikantor BKSDA Kalbar.

Dari 306 paruh Enggang Gading yang berhasil disita, 299 diantaranya disita saat penggeledahan yang dilakukan di rumah LS. Mong alias Among, Jalan Kenaga RT 05 RW 02 Dusun Laja Permai Desa Paal Kecamatan Nangah Pinoh Kabupaten Melawi yang merupakan tempat penampungan hasil buruan satwa liar dilindungi. Sedangkan 7 sisanya diamankan dari rumah Sinku, yang berjarak 20 meter dari rumah Among.

Selain paruh Enggang Gading, Tim juga berhasil menyita 27,3 kilogram sisik Trenggiling, 44 kuku beruang madu dan satu buah taring beruang, satu lembar kulit ular sanca, ratusan empedu berbagai jenis hewan, serta barang bukti lain berupa sejumlah alat timbang. Barang bukti dan tersangka Among dibawa ke BKSDA Kalbar di Pontianak untuk diperiksa lebih lanjut.

Sementara itu, pelaku lain penadah hasil buruan terhadap satwa liar dilindungi, Sinku, tidak berada dirumah saat kediamannya tersebut digeladah tim operasi. Saat dihubungi via telepon genggam, yang bersangkutan justru menutupnya. Untuk itu BKSDA Kalbar sudah melakukan koordinasi dengan Polres Melawi untuk menindak lanjuti.

Menurut Siti Chadidjah, mengutip pernyataan pelaku, satu buah paruh Enggang Gading dengan berat 80 – 100 gram ia beli dari pemburu dengan harga antara Rp 3,5 juta – Rp 3,8 juta, dan dijual dengan harga Rp 4 juta.

“Sedangkan paruh yang mempunyai berat sekitar 75 gram dibeli dengan harga antara Rp 1,5 juta – Rp 1,8 juta dan dijual Rp 2 juta. Untuk sisik Trenggiling dibeli kurang lebih Rp 2 juta dan dijual sekitar Rp 3 juta,” ujarnya.

Pelaku juga mengaku bahwa ratusan paruh burung Enggang Gading, termasuk sisik Trienggiling, rencananya akan dijual ke Taiwan untuk di jadikan berbagai produk seperti obat-obatan, perhiasan serta souvenir.

Dalam pemeriksaan, Among dinyatakan telah melanggar pasal 21 ayat (2) huruf d jo pasal 40 ayat (2) UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumbar Daya Alam Dan Hayati Dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana 5 tahun dan denda maksimal Rp 5 juta.(mwd/rfi)

http://www.beritanda.com/nusantara/kalimantan/kalimantan-barat/13120-bksda-kalbar-sita-306-paruh-enggang-bernilai-milyaran-rupiah-.html