Pekanbaru – Tiga petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sempat disandera warga di Kab Kampar. Namun ketiganya sudah dibebaskan setelah ada mediasi.

Kapolres Kampar AKBP Auliansyah Lubis mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Rabu (19/12/2012). Menurutnya, ketiga petugas BBKSDA sejak tadi malam telah diserahkan ke polisi. Petugas tersebut sempat ditahan warga Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kab Kampar, Riau.

“Saya kira bukan disandera ya. Ini hanya miskomunikasi saja antara masyarakat dan petugas BBKSDA. Tadi malam sudah kita selesaikan secara baik-baik, jadi kondisi di lapangan tidak ada masalah lagi,” kata Auliansyah.

Auliansyah menjelaskan, kemarin malam warga bertindak emosional. Tiga unit mobil dinas BBKSDA Riau dirusak. Kaca mobil dipecahkan.

“Kini mobil petugas tersebut sudah kita amankan di Mapolsek,” kata Auliansyah.

Menurutnya, sore nanti akan dilakukan negosiasi kembali antara BBKSDA Riau, Pemkab Kampar untuk menjembatani permasalahan lahan tersebut.

“Insya Allah, sore nanti akan dilakukan pertemuan kembali untuk mencari soluasi terbaik atas kasus tanah tersebut,” kata Auliansyah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seribuan warga desa sempat marah kepada petugas BBKSDA yang menertibkan lahan di kawasan hutan margasatwa. BBKSDA menganggap lahan kebun karet masyarakat masuk pada wilayah kawasan lindung yang tidak boleh dialihfungsikan.

Namun warga dalam beberapa tahun terakhir, menanam pohon karet di kawasan lindung. Dari sana BBKSDA melakukan penertiban dengan memotong pohon karet milik warga. Peristiwa ini menyulut kemarahan warga desa setempat.

(cha/try)

http://news.detik.com/read/2012/12/19/122152/2122274/10/3-petugas-bbksda-riau-yang-sempat-disandera-warga-dibebaskan?nd771108bcj