PEKANBARU (RP)- Meskipun memiliki 99 pucuk senjata api jenis PM 1A1 Pindad dan CSK, namun saat ini hanya delapan personel dari Dinas Kehutanan Riau yang memiliki izin dan masih berlaku. Tiga lagi dari Polhut Dumai.

‘’Yang punya izin ya cuma delapan personel. Selebihnya tidak memiliki izin resmi,’’ tegas Wakasatgas Polhut Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Adriansyah.

Namun dijelaskan dia, senjata yang tidak berizin sudah diamankan di gudang Dishut Riau. ‘’Karena tak berizin tak boleh dipergunakan,’’ ulasnya.

Agar petugas dari Dihut Riau bisa memegang senjata dan sesuai prosedur, sebanyak 68 personel mengikuti tes psikologi di Kantor Dishut Riau lantai II Selasa (11/10) pagi.

Adriansyah membenarkan bahwa tes yang diselenggarakan di kantor Dishut Riau bekerjasama dengan Polda Riau tersebut untuk tes psikologi.

‘’Jika nanti pesertanya lulus baru bisa direkomendasikan untuk menggunakan senjata. Tapi masih ada prosedur lanjutannya,’’ kata Adriansyah.

Terlihat beberapa personel polisi kehutanan serius membaca lembar jawaban dan mengisi soal tersebut.

‘’Sebelumnya sudah ada yang memegang senjata sesuai prosedur, tapi izinnya sudah habis dan senjatanya diamankan di gudang. Saat ini yang izinnya masih berlaku hanya lima personel dan tiga dari Dishut Dumai,’’ kata Adriansyah.

Ditanya kapan terakhir mereka mengikuti tes psikologi, menurut Adriansyah sekitar dua tahun lalu.

‘’Untuk memperpanjang izin itulah makanya dilakukan tes sekarang ini,’’ kata Adriansyah.

Ditanya apakah tes tersebut dilakukan setelah adanya laporan terhadap oknum Dinas Kehutanan Riau, Said Nurjaya yang melakukan pengancaman terhadap guru Sekolah Dasar dengan pistol, Adriansyah mengatakan tidak.

‘’Ini sudah prosedur yang rutin dilakukan bagi anggota yang direkomendasikan memegang senjata api,’’ kata Adriansyah.

Sementara, Kabid Humas Polda Riau, AKBP Hermansyah SIK MH membenarkan adanya koordinasi dengan Dishut Riau.

‘’Bagi petugas yang akan memegang senjata api wajib mengikuti tes psikologi. Bila lulus, baru mereka bisa mengurus persyaratan lainnya. Jika tidak lulus maka yang bersangkutan tidak boleh memegang dan menggunakan senjata api,’’ kata Hermansyah.(rul)

 

Akses berita lewat gadget anda: m.riaupos.co
Iklan