Pekanbaru – Penertiban lahan perkebunan karet milik masyarakat Kampar yang berujung penyanderaan 3 pegawai Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dilakukan berdasarkan keputusan pengadilan. Sebab, kebun karet milik masyarakat berada di kawasan konservasi.

Demikian penjelasan Kepala BBKSDA Riau, Sahroji dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (19/12/2012). Dia menjelaskan, lokasi perkebunan karet milik warga itu berada di kawasan Hutan Suaka Margasatwa Rimbang-Baling di Kabupaten Kampar.

Sejak tahun 2009, penguasaan lahan secara illegal ini sudah dibawa ke Pengadilan Negeri Bangkinang, Kampar. Putusan sudah memiliki kekuatan hukum tetap dengan perintah pengadilan mengosongkan kawasan lindung dari perkebunan karet. Saat itu, satu kasus yang diajukan adalah penguasaan lahan sekitar 15 hektare milik warga Desa Kuntu, Kec Kampar Kiri, Kab Kampar Riau.

“Putusan itu sudah lama dan kita selama dua tahun melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka perkebunan di kawasan konservasi. Baru kemarin, kita menjalankan perintah eksekusi lapangan atas putusan pengadilan dengan mengosongkan tanamam karet di kawasan konservasi,” kata Sahroji.

Untuk menjalankan putusan pengadilan itu, BBKSDA bekerja sama dengan Polres Kampar dan Dinas Kehutanan Kampar. Sehingga dalam eksekusi di lapangan mendapat pengawalan pihak aparat. Namun dalam pelaksanaannya, ternyata ada aksi penolakan dari warga.

“Kami menduga semacam ada provokator yang mengarahkan warga untuk menentang eksekusi tersebut. Padahal selama ini warga desa setempat sudah kita sosialisasikan bahwa dilarang berkebun di kawasan konservasi. Tapi kemarin semacam ada mobilisasi warga untuk menentang kami,” kata Sahroji.

Dia menyebutkan, bahwa tadi malam tiga pegawainya disandera warga dan 5 mobil hancur dirusak massa. Banyaknya massa yang mengepung petugas, sehingga pihaknya memberitahukan ke Dirjen PHKA. Dari sana, Dirjen PHKA meminta bantuan kepada Polda Riau untuk memberikan pengawalan.

“Sehingga tadi malam Brimob diterjunkan ke lokasi untuk membebaskan pegawai saya. Ini karena Polres Kampar tidak mampu. Saat ini 5 unit mobil kami, dua di antara kami rental, dalam kondisi hancur yang masih diamankan polsek setempat,” kata Sahroji.

Menurutnya, penertiban ini semuanya bertujuan untuk menyelamatkan kawasan koservasi Suaka Margasatwa Rimbang-Balin. Sebab, diperkirakan, di lokasi konservasi itu, ada sekitar 150 hektare perkebunan karet ilegal. Inilah yang akan ditertibkan pihak BKSDA.

“Kita menjalankan perintah UU untuk menyelamatkan kawasan lindung. Jika dibiarkan, maka kawasan konservasi yang tersisa bia habis menjadi perkebunan. Kami akan tetap menertibkan demi penyelamatan kawasan konservasi,” kata Sahroji.

Tiga pegawai BBKSDA disandera warga Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (18/12/2012) menjelang salat Magrib. Ketiganya tidak diperkenankan pulang oleh warga karena menebangi pohon karet milik warga.

(cha/try)

http://news.detik.com/read/2012/12/19/174822/2122733/10/3-pegawainya-disandera-kepala-bbksda-riau-kita-hanya-tertibkan-lahan?9911012