TRIBUNNEWS.COM,JEMBER– Tertangkap tangan membawa balok kayu dari kawasan hutan Taman nasional Meru Betiri (TNMB), Saji (40) warga Desa Sanenrejo Kecamatan Tempurejo ditangkap polisi hutan (polhut) Balai TNMB. Laki-laki itu tertangkap tangan ketika Polhut melakukan patroli hutan.Menurut Koordinator Polhut TNMB Musyafa’, Saji tertangkap tangan ketika membawa balok kayu jenis Rawu. “Dan sudah kami pastikan kalau balok kayu itu berasal dari Blok Darungan di Tempurejo,” ujar Musyafa’, Rabu (26/9/2012).

Untuk mempermudah membawa keluar kayu dari kawasan hutan rimba, Saji memotong kayu menjadi balok-balok. Kala ditangkap Saji membawa empat balok kayu berukuran 2 x 25 x 200 centimeter.

Saaat dipergoki petugas, Saji tidak sendiri namun bersama seorang rekannya. Namun karena melarikan diri, petugas masih mengejarnya dan sudah mengantongi identitas orang tersebut.  Saji dijerat dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Musyafa’ menambahkan kalau kasus pembalakan liar masih terjadi di kawasan hutan konservasi TNMB seluas 58 ribu hektare yang berada Kabupaten Jember dan Banyuwangi. Minimnya personel Polhut dengan wilayah kerja seluas itu membuat petugas cukup kesulitan menekan kasus pembalakan liar.

Oleh karena itu, petugas hanya memaksimalkan patroli di hutan yang rawan terjadi pembalakan liar. Balai TNMB juga menggandeng warga sekitar hutan agar turut menjaga hutan.

sumber : http://www.tribunnews.com/2012/09/26/bawa-kayu-di-kawasan-konservasi-ditangkap-polhut

Iklan