-Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) mengakui jumlah personel polisi hutan (polhut) yang hanya 16 orang, tidak mampu menjangkau keseluruhan kawasan rawan kebakaran di Gunung Merbabu. Sementara luas hutan yang menjadi wilayah BTNGM di kawasan Merbabu mencapai 5.963 hektare (ha). Sehingga untuk mengoptimalkan pengawasan terhadap titik api di gunung itu, BTNGM melibatkan warga setempat.

Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag) TU BTNGM, Himawan Gunadi, mewakili Kepala BTNGM, Wisnu Wibowo, mengemukakan untuk menyiasati terbatasnya jumlah personel tersebut, pihaknya melibatkan warga setempat untuk ikut berpatroli di tiga Posko Pengendalian Kebakaran Hutan, untuk mengawasi titik-titik rawan kebakaran selama dua bulan ke depan, yaitu September-Oktober.

”Ada honor yang kami berikan atas keterlibatan warga dalam pengawasan titik-titik api tersebut,” ungkap Himawan kepada wartawan tanpa menyebutkan secara rinci berapa nilai honor yang diberikan kepada warga yang ikut berpatroli, Jumat (14/9/2012).

Sementara Koordinator Polhut BTNGM, Kurnia Adi Wirawan, menambahkan warga yang dilibatkan dalam pengawasan di tiga posko tersebut dibawah binaan langsung oleh polhut di masing-masing posko.

”Saat ini masing-masing posko membutuhkan tambahan tenaga dari warga sebanyak sembilan orang,” ungkap Kurnia.

Dijelaskan lebih lanjut, tugas warga itu antara lain langsung melakukan pemadaman dini saat menemukan titik api atau ada kepulan asap di kawasan hutan Gunung Merbabu tersebut.

“Jika ternyata titik api belum berhasil dipadamkan, mereka harus segera melaporkan kepada kami untuk penanganan lebih lanjut,” terang Kurnia.

Selain penutupan empat jalur pendakian di Gunung Merbabu, Kurnia mengatakan pelibatan warga untuk masing-masing posko tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, mengingat kebakaran di hutan tersebut sudah pernah terjadi di beberapa titik.

”Pada kebakaran yang terjadi belum lama ini memang hanya terjadi di vegetasi bawah, yakni rumput dan semak-semak. Tapi kami tetap harus mengantisipasi agar tidak sampai terjadi lagi kebakaran hutan,” imbuh Himawan.

Sebelumnya, empat jalur resmi pendakian Gunung Merbabu yang dikelola Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM), untuk sementara waktu ditutup. Hal itu menyusul terjadinya sejumlah kebakaran di lereng gunung itu beberapa waktu terakhir.