Menhut Minta Percepatan Remunerasi PegawaiJakarta (ANTARA)- Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan meminta Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, supaya mempercepat pemberian remunerasi kepada pegawai Kementerian Kehutanan yang menjaga kawasan hutan.

“Coba bayangkan polhut itu tugasnya di hutan temannya gajah dan orang hutan kalau gajinya kecil terus bagaimana, sementara keluarganya kekurangan,” katanya di Jakarta, Selasa. 

Hal tersebut diungkapkan Menteri Kehutanan pada sambutannya dalam acara “Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi di lingkungan kementerian kehutanan”.

Dalam kesempatan tersebut Menhut meminta Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi agar memperhatikan pegawai-pegawai kehutanan yang mempunyai tugas berat, khususnya Polisi Kehutanan (Polhut) dalam menjaga kawasan hutan yang jauh dari fasilitas transportasi dan juga akomodasi.

Dia juga membandingkan gaji pegawai yang ada di kota dengan Polhut yang menurutnya memiliki resiko yang jauh berbeda.

“Pegawai-pegawai keuangan di kota bisa mencapai Rp10 juta, bahkan guru-guru yang di desa tertinggal pun masih mending ada desanya serta gajinya Rp5 juta. Ini di hutan cuma Rp2 juta,” katanya.

Menurut Menhut gaji yang minim tersebut sangat berat untuk menopang kehidupan pegawai di kawasan hutan, menyekolahkan anak-anak serta antisipasi anggota keluarga mereka yang sakit.

Dalam acara yang dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Azwar Abubakar, Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Ali Masykur Musa, Wakil Ketua Ombudsman RI Azlaini Agus, serta perwakilan KPK, Zulkifli juga berkomitmen untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani sebagaimana harapan presiden Susilo Bambang Yudoyono agar integritas pegawai menjadi “best practice” di semua lini pembangunan. (tp)