Bengkulu (ANTARA News) – Balai konservasi sumber Daya Alam Bengkulu menurunkan tim pada dua daerah untuk mengevakuasi harimau Sumatra (Pantera Tigris Sumatrae) yang berkeliaran di dua lokasi itu.

Tim Polisi kehutanan itu mendetiksi di dua lokasi yaitu di Bengkulu Utara dan di Kabupaten Lebong karena masyarakat melapor bahwa sering memeregoki harimau, kata Kepala BKSDA Bengkulu Amon Zamora, Rabu.

Tim tersebut akan bekerja beberapa hari untuk membuktikan laporan masyarakat tersebut, bila benar akan ditangani serius namun bila tidak terbukti tim akan pulang ke Bengkulu.

“Kami memfokuskan pada dua lokasi akan diteliti karena kalau laporan masyarakat hampir diseluruh pelosok Bengkulu sering keperegok harimau,” katanya.

Ia mengatakan, harimau itu berkeliaran di wilayah pemukiman warga karena habitatnya sudah rusak, sehingga untuk mencari makan tidak ada lahan yang potensi lagi. Dengan demikian otomatis harimau itu turun ke pemukiman warga untuk mencari makan, bila bertemu kambing, sapi dan anjing pemeliharaan langsung disantap.

Kepala Tata usaha BKSDA Bengkulu Supartono menjelaskan, populasi harimau sumatra di Bengkulu berdasarkan hasil survei bersama Wildlife Conservation Society (WCS) seluruhnya sekitar 42 ekor terapat di delapan titik di wilayah itu. Dilakukan evaluasi adalah jalan terakhir untuk menyelamatkan Harimau Sumatra tersebut, namun kalau masih bisa diusir ke hutan tatap juga menjadi target petugas di lapangan, namun bila tidak terpaksa ditangkap, ujarnya.

Ia memperkirakan, harimau sumatra itu bisa saja menyerang jiwa manusia karena sudah tidak tersedia lagi sumber makan dihabitatanya, disamping habitatnya selalu terganggu. Habitat harimau Sumatra itu terganggu akibat maraknya penebangan kayu liar dan pembukaan kawasan hutan bik hutan lindung maupun kawasan konservasi akhir-akhir ini, sehingga lokasi berlindung harimau itu suah makin menyempit.

Karena pada dua titik konflik harimau-manusia itu adalah kawasan hutan dibuka masyarakat untuk dijadikan areal perkebunan kopi, karet dan kegiatan petanian lainnya, ujarnya.

Habitat harimau dan gajah liar di Bengkulu makin menyempit, terlebih ada usulan untuk menurunkan kawasan hutan secara besar-besaran sekarang ini.

(ANT)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

http://www.antaranews.com/berita/314503/bksda-bengkulu-turun-tim-evakuasi-harimau