Jakarta (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Tahun Badak Internasional 2012 di Istana Negara, Selasa, guna menggalang komitmen dunia untuk melindungi satwa itu dari kepunahan.

“Jadikan pelestarian badak sebagai bagian dari pemantapan reputasi bangsa kita sebagai salah satuglobal leaders pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan,” katanya.
Kepala Negara juga meminta para menteri terkait mendukung gerakan penyelamatan badak tersebut.

Pencanangan Tahun Badak Internasional merupakan mandat dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), yang memperoleh dukungan 11 negara tempat sebaran badak seperti Mozambique, Namimbia, Afrika Selatan, Bhutan, Nepal, India, Zimbawe dan Malaysia.

Sebelumnya Kepala Komisi Pelestarian Spesies IUCN Simon N Stuart mengatakan Indonesia ditunjuk menjadi sebagai tuan rumah pencanangan tahun badak internasional karena Indonesia merupakan rumah bagi dua spesies badak yang paling langka, badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) dan badak Jawa (Rhinoceros sondaicus).

Saat ini di seluruh dunia terdapat lima jenis badak. Badak Sumatera dan badak Jawa tersebar di Indonesia serta badak India ada di Nepal, India, dan Bhutan.

Sementara badak Putih populasinya tersebar di Botswana, Pantai Gading, Republik Demokrasi Kongo, Kenya, Namibia, Afrika Selatan, Swaziland, Zambia, dan Zimbabwe, serta badak Hitam di Kamerun, Kenya, Afrika Selatan, Tanzania, namibia, Ethipia, Rwanda, Swaziland, Zimbabwe, Zambia, dan Botswana.

Rekaman kamera di Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat, menunjukkan ada 35 badak Jawa di kawasan tersebut. Indonesia menjadi negara satu-satunya dengan sebaran badak Jawa setelah IUCN mengumumkan jenis badak tersebut sudah punah di Vietnam pada tahun 2011 lalu.

Sedang populasi badak Sumatera kini tinggal 200, tersebar di Taman Nasional Way Kambas, Lampung dan Taman Nasional Leuser, Aceh.
(G003*M041)

Editor: Maryati

http://www.antaranews.com/berita/314268/presiden-canangkan-tahun-badak-internasional-2012

COPYRIGHT © 2012