Padang Aro, Sumbar (ANTARA News) – Seluas 1.072 hektare dari Taman Nasional Kerinci Seblat Seksi Pengelolaan Taman Nasional wilayah IV di Sumatera Barat, telah dirambah oleh masyarakat.

Kepala Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) wilayah IV Solok Selatan, M Zainudin, mengatakan itu di Padang Aro, Sumatera Barat (Sumbar), Senin.

Dikatakan, TNKS seluas 1072 hektare yang dirambah tersebut dipergunakan untuk lahan perkebunan, juga pembalakan liar dan hal ini sudah terjadi semenjak status TNKS ditetapkan.

“Dari 1072 hektare tersebut paling banyak berada di Kabupaten Dharmasraya, yaitu 500 hektare (Ha), sedangkan di Solok Selatan 491 Ha dan di Kabupaten Solok 81 Ha”, ujarnya.

Disebutkan, seluas 500 Ha di Kabupaten Dharmasraya termasuk dalam perambahan baru yang dihitung semenjak tahun 2000.

“Dari tahun 2000 termasuk perambahan baru menjadikan jumlah seluruhnya 760 Ha, dengan rincian Kabupaten Dharmasraya 500 hektare, Solok Selatan 240 Ha dan Kabupaten Solok 20 Ha ,” jelasnya.

Untuk mengawasi TNKS di SPTN wilayah IV, demikian Zainuddin, pihaknya masih kekurangan banyak tenaga Polisi Kehutanan (Polhut), sehingga aktivitas penebangan liar sulit diketahui.

Dia menyebutkan pula, semua wilayah TNKS yang dirambah tersebut akan dijadikan zona Rehabilitasi Hutan Lahan (RHL) sebagaimana nanti diajukan pada tahun 2013 dan 2014.

“Sedangkan jumlah keseluruhan TNKS yang harus direhabilitasi di SPTN wilayah IV mencapai 1411 hektare,” katanya.

Dari 1411 hektare tersebut, lanjutnya, berada di Kabupaten Solok Selatan 830 Ha, Dharmasraya 500 Ha dan Kabupaten Solok 81 Ha.
(KR-IWY)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

http://www.antaranews.com/berita/312966/taman-nasional-kerinci-terganggu-pembalakan-liar