Jakarta (ANTARA News) – Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Anti Mafia Hutan mengatakan kerugian negara akibat kasus dugaan korupsi kehutanan di Provinsi Riau mencapai Rp2,607 triliun.

“Kasus kejahatan hutan ini melibatkan beberapa pejabat tinggi daerah serta industri kehutanan. Sebanyak 20 dari 37 perusahaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terbukti memperoleh izin melalui praktek suap dan korupsi,” kata Koordinator Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) Muslim Rasyid di Jakarta, Jumat.

Muslim mengungkapkan, sampai dengan saat ini, perusahaan-perusahaan yang terkait praktek suap dan korupsi tersebut masih memasok kayu bagi industri kehutanan.

Berdasarkan investigasi Polda Riau pada 2007, lanjut Muslim, sembilan perusahaan di antaranya diindikasikan melakukan tindak pidana perusakan lingkungan hidup serta pembalakan liar bersama lima perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) lainnya.
(R027)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

http://www.antaranews.com/berita/309205/korupsi-hutan-riau-capai-rp26-triliun