Sebangau, Kalimantan Tengah (ANTARA News) – Seluas 66 ribu hektare atau 10 persen dari total luas 567.700 hektare hutan rawa gambut Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah, rusak akibat pembalakan kayu serta kebakaran.

“Perlu diambil langkah nyata dan cepat untuk mengembalikan kawasan hutan Sebangau, baik dari pemerintah maupun swasta,” kata Manajer Program WWF-Indonesia Kalimantan Tengah Rosenda Ch Kasih kepada pers di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah, Jumat.

Menurut Rosenda, maraknya pembalakan liar dan kebakaran hutan menyebabkan kondisi hutan di Sebangau cukup memprihatinkan, seperti dengan hilangnya sejumlah spesies tanaman, terancamnya lahan gambut, hingga mengancam keberadaan orangutan dan hewan lain.

“Rawa gambut Sembagau ini diketahui yang terbagus dari rawa gambut yang ada di dunia, sehingga harus dijaga kelestariannya,” kata Rosenda.

Rusaknya hutan rawa gambut, katanya, dimulai 2001 di mana saat itu banyak dibuat parit untuk menuju wilayah pedalaman. Parit dibuat untuk akses kapal masuk ke pedalaman serta untuk mengangkut kayu yang ditebang secara liar.

Saat itu, katanya, setidaknya ada 150 perusahaan pngolahan kayu yang melakukan penebangan kayu tanpa izin sehingga 66 ribu hektare kayu hilang.

“Kondisi hutan tambah parah rusaknya saat pada 2007 terjadi kebakaran hutan akibat kemarau panjang,” tambahnya.
(A025)
Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHhttp://www.antaranews.com/berita/309070/10-persen-hutan-tn-sebangau-rusakT © 2012

Iklan