Yatimul Ainun | Tri Wahono | Kamis, 26 April 2012 | 22:49 WIB

MALANG, KOMPAS.com – Keberadaan Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang menampung banyak satwa liar, terus menuai protes karena sering terjadi kasus yang menimpa satwa yang ada.

ProFauna Indonesia mendesak pihak Kementerian Kehutanan segara mengevakuasi satwa di KBS ke tempat yang lebih menjamin keberadaan satwa.

“Tak ada jalan lain kecuali Kementerian Kehutanan segera mengevakuasi satwa yang ada di KBS itu ke tempat yang lebih bagus, aman, dan nyaman agar satwa yang ada tidak mati terus,” desak Ketua ProFauna Indonesia, Rosek Nursahid, kepadaKompas.com, Kamis (26/4/2012) ditemui saat aksi di Jalan Veteran Kota Malang.

Menurut Rosek, keberadaan KBS, sudah penuh dengan konflik antara pihak Pemerintah kota Surabaya dan pihak pengelola KBS saat ini.

“Kalau tidak segera dievakuasi, maka akan terus terjadi kasus serupa,” katanya.

Pihak Kementerian Kehutanan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) yang sudah siap melakukan evaluasi terhadap seluruh satwa yang ada di KBS, harus tegas mengambil kebijakan.

“Jangan hanya janji saja,” ujarnya.

Evakuasi dimaksud kata Rosek, satwa yang ada harus dipindah ke lembaga berwenang yang lebih baik penanganannya.

“Sistem pengelolaannya harus dipantau dan diawasi secara serius. Jangan hanya diambil pendapatannya saja,” katanya.

Rosek menambahkan, populasi satwa di KBS, memang sudah melebihi kapasitas. Dari 4.025 jumlah satwa yang ada, tidak didukung dengan kandang dan lahan konservasi yang tidak memadai.

Luas lahan konservasi KBS hanya 15 hektare, itu belum dikurangi lahan untuk gedung dan perkantoran pengurus. Jika dibanding dengan lahan konservasi Taman Safari Bogor yang seluas 178 hektar, hanya memuat sejumlah 1.500 satwa. Sementara KBS yang hanya memiliki luas lahan 15 hektar memelihara satwa 4.025 ekor.

“Makanya Kementerian Kehutanan harus bertindak tegas dan segera mengevakuasi satwa yang ada di KBS itu. Hal itu adalah jalan terbaik untuk menyelamatkan satwa yang ada di KBS,” katanya.