JAMBI, KOMPAS.com — Keterbatasan jumlah polisi kehutanan di wilayah Jambi menjadi persoalan minimnya penindakan atas aktivitas perusakan hutan. Akibatnya, perambahan, pembalakan, dan perburuan liar satwa masih tak terkendali.

Kepala Dinas Kehutanan Jambi Hasviah mengatakan, ketersediaan polisi kehutanan (polhut) sangat tak memadai. Dari sekitar 120 anggota polhut di provinsi dan kabupaten di Jambi, 60 persen telah memasuki usia di atas 45 tahun alias mendekati pensiun. Kondisi tersebut memengaruhi daya terjang polhut di lapangan.

“Kami masih membutuhkan tambahan 50 polhut lagi,” kata Hasviah, Rabu (18/4/2012), di Jambi.

Kepala Bidang Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Jambi Agus telah meminta bantuan perekrutan satu peleton atau 30 personel baru kepada pemerintah provinsi. Namun, usulan tersebut belum disetujui gubernur.

Menurut Agus, penambahan personel memang akan semakin menambah biaya. Anggaran untuk pelatihan polhut baru mencapai Rp 26 juta per orang.