INILAH.COM, Painan – Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan Kabupaten Pesisir Selatan, berhasil mengamankan 21 kubik kayu ilegal dalam suatu operasi yang dilancarkan di Sungai Nipah, Kecamatan IV Jurai, Pessel, Senin (26/3).

Tertangkapnya dua unit truk yang membawa kayu tersebut, yaitu BA 9362 GD yang dikemudikan Jafris (37), asal Tapan dan truk BA 8174 GU asal Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai, Pessel. Kini kayu tersebut dimamankan di halaman kantor Bupati di Painan.

Bupati Pessel H Nasrul Abit merasa kecewa terhadap camat dan wali nagari, yang daerahnya merupakan daerah produsen kayu. Apalagi bupati sebelumnya telah mewanti-wanti mengingatkan dan meminta para camat dan wali nagari, agar tidak ada ada lagi kasus illegal logging yang terjadi di daerah Pessel.

“Saya sangat menyesalkan masih ada kayu Pessel yang diangkut keluar daerah. Berarti tentu ada yang bermain dalam masalah ini. Pemkab Pessel tetap komit memberantas illegal logging di Pessel,” ujarnya.

Bagi oknum yang terbukti bersalah, akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Termasuk juga oknum aparat yang membacking masalah ini. Akibat maraknya illegal logging di Pessel, telah membuat daerah ini miskin karena sering terjadi bencana alam.

Kepada Dinas Kehutanan, Polhut Pessel dan Satuan Polisi Pamong Praja, Nasrul Abit meminta terus melakukan pengawasan terhadap kemungkinan adanya aksi illegal logging di Pessel, dengan sistim patroli dan pengawasan ke daerah hutan. Terutama pada daerah hutan lindung.

Masyarakat juga diminta untuk mengawasi lingkungan, khususnya terhadap kemungkinan adanya aksi illegal logging yang dilakukan oleh oknum yang hanya mementingkan keuntungan individu maupun kelompok. “Masyarakat juga jangan takut melaporkan bila ada oknum wali nagari yang terlibat illegal loging ke Pemkab Pessel,” ujarnya.

“Saya tidak menginginkan adanya aksi pembalakan liar di daerah ini. Dinas Kehutanan dan Polhut Pessel harus peka dan jeli melakukan pengawasan. Jangan sampai terjadi kayu yang ditemukan tidak berhasil diamankan alias raib dari lokasi penemuan. Seperti gagalnya pengamanan hasil operasi yang dilancarkan Tim Polhut Sumbar dan Tim Illegal Logging yang dipimpin langsung Bupati H Nasrul Abit, Senin (5/3) lalu. Padahal, rencananya temuan tersebut akan diporkan langsung ke Gubernur Sumbar. [mar]

http://sindikasi.inilah.com/read/detail/1844710/polhut-pessel-tangkap-21-kubik-kayu-ilegal