Pekanbaru Polisi Kehutanan (Polhut) Riau menyita dua alat berat di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Dua alat berat ini diduga kuat dijadikan untuk merambah hutan alam.

Demikian penjelasan Kepala Bidang Perlindungan Hutan Dishut Riau, Said Nurjana, saat dihubungi detikcom, Jumat (2/3/2012) di Pekanbaru. Said menjelaskan dua alat berat jenis eskavator ini milik PT Kurnia Subur pimpinan Asun dan disita di Desa Usul, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Inhu. 

“Dari tim yang kita terjunkan ke lokasi, dua alat berat ini tengah merambah kasan hutan tanpa izin. Karenanya kita langsung melakukan penyitaan terhadap dua alat berat tersebut,” kata Said.

Said menyatakan akan memproses masalah tersebut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. “Kita juga akan memanggil Asun selaku pemilik dua alat berat. Sebab, fakta di lapangan, dua alat berat ini menghancurkan kawasan hutan alam,” kata Said.

Pihak Dinas Kehutanan Provinsi Riau, kata Said, tengah mencari informasi luas kawasan hutan yang dirambah perusahaan tersebut. Data ini diperlukan untuk mengetahui kerugian negara akibat dari perambahan hutan ilegal ini.

“Kasus ini sudah kita laporkan ke Dinas Kehutanan Riau. Nantinya akan ada tim tersendiri yang melakukan pemetaan di lokasi yang telah dirambah itu,” kata Said.

Kasus perambahan hutan di Inhu awalnya dilaporkan Ketua Ikatan Keluarga Besar Masyarakat Indragiri (IKMBI), Susilowadi. Susilo melaporkan ke Dinas kehutanan Riau bahwa PT Kurnia Subur di Kabupaten Inhu merambah hutan alam sekitar 1.000 hektar.

PT Kurnia Subur diakui memiliki izin pembukaan Hutan Tanaman Industri. Hanya saja, kata Ilo, begitu sapaan akrab Susilowadi, pihak perusahaan tetap merambah hutan di luar izin yang telah ditetapkan pemerintah. Karena perambahan hutan terus dilakukan, akhirnya masalah ini dilaporkan ke Dinas Kehutanan Riau.

(try/nrl)

http://news.detik.com/read/2012/03/02/160030/1856615/10/polhut-riau-sita-dua-alat-berat-yang-diduga-untuk-merambah-hutan