Liwa, Lampung (ANTARA News) – Populasi rusa di Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung terancam punah akibat maraknya pemburuan yang dilakukan warga.

“Populasi rusa semakin hari semakin sedikit saja, semua itu dampak dari pemburuan yang dilakukan oknum masyarakat yang sengaja membunuh hewan itu untuk dijual dagingnya,” kata warga Kecamatan Bengkunat Belimbing, Lampung Barat, Rumadi (36) sekitar 389 Km dari Bandarlampung, di Bengkkunat Belimbing, Senin.

Dia menjelaskan, aksi masyarakat tersebut dapat memicu konflik satwa dan manusia.

Menurut dia, menjelang perayaan hari besar keagamaan, penjualan daging rusa semakin bebas di pasaran.

“Sebagai masyarakat biasa saya tidak bisa berbuat banyak, kami menyayangkan tidak ada tindakan cepat dari aparat untuk menanggulangi permasalahan ini,” kata dia.

Kemudian lanjut dia, berkurangnya populasi rusa, akan berdampak negatif bagi kelangsungan hewan pemangsa seperti harimau.

Warga lain yang berada di Kecamatan Ngambur, Lampung Barat, Marsono (41) mengatakan, daerah ini rentan akan konflik satwa.

“Masyarakat yang memasuki hutan, sengaja mencari rusa untuk dibunuh, selain dijual dagingnya, pemburu itu juga menjual kepala untuk dijadikan hiasan,” kata dia.

Dia menuturkan, petugas dapat memperketat pengawasan hutan guna menekan aksi pemburuan satwa.

Marsono membenarkan, aksi masyarakat tersebut belum tersentuh tangan hukum, sehingga mereka bebas melakukan aksi pemburuan satwa.

“Kami mengharapkan semua aparat yang terlibat terhadap pengawasan hutan berikut satwa dapat memberikan tindakan terhadap oknum masyarakat tersebut, sebab bila dibiarkan maka konflik satwa dan manusia akan terjadi, dan masyarakat yang tinggal didekat kawasan hutan, akan menjadi korban terhadap aksi yang dilakukan itu,” katanya.

Lampung Barat menjadi wilayah yang memiliki kawasan hutan cukup luas, dimana didalamnya terdapat populasi hewan yang dilindungi.

Minimnya personil penjaga hutan menjadi kendala dalam pengamanan hutan, sehingga aksi penebangan liar dan pemburuan satwa terus terjadi didaerah ini.

Berkurangnya populasi satwa diakibatkan maraknya pemburuan oleh oknum masyarakat, padahal satwa yang menjadi makanan utama hewan pemangsa seperti harimau menjadi peranan penting untuk mencegah terjadinya konflik antara hewan dan manusia.

Diprediksi bila pemburuan satwa terus terjadi, dipastikan populasi rusa akan punah, dan konflik satwa dan manusia tidak bisa terhindarkan.

Butuh tindakan cepat dari pemerintah untuk menanggulangi permasalahan ini sehingga tidak berkelanjutan, diparasan harga daging rusa mencapai Rp50 ribu perkilogram.

Semakin sedikitnya populasi rusa di Lampung Barat, berpotensi terjadinya konflik, beberapa daerah di Lampung Barat menjadi langganan masuknya hewan buas seperti harimau, yang masuk ke perkampungan dan memangsa hewan ternak warga dan sangat dimungkinkan memangsa warga.  (ANT049/K004)

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2011