DUMAI, KOMPAS.com — Regu pemadam kebakaran yang berjaga di lokasi hutan terbakar Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, sempat didatangi sepasang harimau liar.

Ketua Regu Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kecamatan Medang Kampai, Hamzah, di Dumai, Selasa (5/7/2011), mengatakan, kemunculan sepasang harimau sumatera itu pertama kali disaksikan salah seorang anggotanya yang sedang mengawasi luasan api yang membakar hutan alami di Kelurahan Pelintung.

“Harimau itu mendatangi pos penjagaan kami yang berjarak sekitar 800 meter dari lokasi lahan terbakar. Karena pada waktu itu malam, anggota saya menyangkanya babi, tetapi setelah semakin dekat rupanya sepasang harimau,” katanya.

Sejak kemunculan pertama sepasang harimau itu, katanya, pada hari selanjutnya petugas lainnya juga kembali melihat harimau liar yang sama.

“Harimau ini paling sering muncul malam hari, mungkin kelaparan dan datang untuk mencari makan. Kedatangannya juga tidak menganggu,” katanya.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai Basri mengatakan, kemunculan jenis binatang buas yang dilindungi negara itu tanda bahwa kerusakan hutan makin hebat sehingga terjadi penyempitan kawasan tinggal habitatnya.

“Sebaiknya masyarakat yang berada di sekitar penampakan harimau itu berhati-hati, bisa saja karena merasa terusik, harimau memberanikan diri menyerang manusia,” katanya.

Kerusakan hutan alami beralaskan gambut di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, diindikasikan karena ulah beberapa orang atau kelompok yang dengan sengaja membakar hutan guna membuka lahan perkebunan kelapa sawit.

Indikasi pembakaran hutan alami yang dipenuhi rawa gambut itu sebelumnya juga telah dilaporkan oleh warga setempat kepada pihak kepolisian dan pemerintah daerah.

Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut atau upaya hukum dari kepolisian dan pemerintah terhadap pemilik lahan.

Kobaran api makin meluas dan membakar lebih banyak lahan gambut, penyebab munculnya kabut asap hingga menyelimuti sebagian besar Kota Dumai.