BANJARBARU, KOMPAS.com — Sebanyak 45 buaya yang di kolam penangkaran PT Alas Watu Utama di kawasan Mekatani, Kelurahan Guntung Manggis, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, di kirim ke Tangerang, Banten.

Koordinator Bidang Konservasi Keanekaragaman Hayati Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banjarbaru Siska di Banjarbaru, Senin, mengatakan, pengiriman puluhan reptil tersebut dilakukan pada hari ini melalui jalur laut.

“Sebelumnya, satu per satu buaya ditangkap dari kolam sejak Jumat hingga Minggu dan setelah dimasukkan ke dalam kotak kayu kemudian dikirim ke Tangerang melalui jalur laut hari ini,” ujarnya, Senin (20/6/2011).

Ia mengatakan, binatang buas yang sudah dipelihara puluhan tahun di kolam milik perusahaan kayu PT Daya Sakti Group itu diangkut menggunakan kapal Fery menuju Surabaya, Jawa Timur.

Sesampainya di Surabaya, buaya-buaya itu diangkut menggunakan kendaraan khusus menuju Tangerang untuk menempati kolam penangkaran baru milik warga yang khusus menangkarkan binatang karnivora tersebut.

“Jika prosesnya berjalan lancar dan tidak ada hambatan, perjalanan sejak Pelabuhan Trisakti Banjarmasin hingga ke Kota Tangerang diperkirakan memakan waktu tiga hari,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, selain mendapat pengawalan petugas selama di perjalanan, buaya-buaya itu dimasukkan satu per satu ke dalam peti kayu sesuai ukuran tubuh dengan mulut dan kaki diikat.

“Pengamanan ekstra diperlukan karena dikhawatirkan saat di perjalanan berontak sehingga mengganggu proses pengiriman menuju tempat barunya,” ujar dia.

Pengiriman 45  buaya dari kolam penangkaran PT  Alas Watu Utama (AWU) di Kota Banjarbaru ke Kota Tangerang merupakan pengiriman kedua. Pada  tahap pertama lalu 40 ekor buaya setempat juga dipindahkan ke lokasi baru.

Lokasi baru itu terletak di Kabupaten Tanah Bumbu yang masih masuk wilayah Provinsi Kalsel berjarak sekitar 300 kilometer dari Kota Banjarbaru di penangkaran milik satu pengusaha asal kabupaten tersebut.

Pemindahan puluhan  buaya itu atas saran Dirjen Pengelolaan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan Darori yang melihat pemeliharaan buaya di kolam PT AWU kurang baik.

“Kami sempat meninjau kolam penangkaran buaya ditempat itu dan melihat kondisinya tidak terawat sehingga menyarankan pengelola memindahkan penangkaran ke tempat lain,” ujar Darori saat melihat pemindahan tahap pertama lalu.