KAYU-TEBANGAN-DI-HUTAN.jpgLaporan wartawan Tribun Jambi, Bandot Arywono

JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM – Jambi berada di peringkat pertama dalam hal polisi kehutanan (Polhut) yang bermasalah.

Terbukti 26 anggota SPORC Jambi terbukti bermasalah dan empat anggota Satuan Polisi Hutan Raksi Cepat (SPORC) diberhentikan karena tersangkut masalah indisipliner.

“Dari beberapa daerah yang kita awasi Jambi yang paling banyak petugas yang diberhentikan, ada empat orang petugas diberhentikan di Kalimantan kemarin satu orang, di Sumatera Utara satu orang,” kata Raffles B Panjaitan, Direktur Penyidikan dan Pengamanan Hutan Kementerian Kehutanan RI, Selasa (14/6). 

Dikatakannya pemberhentian empat anggota SPORC Brigade Harimau di Jambi karena terbukti melakukan tindakan indisipliner di antaranya ialah melakukan pengawalan dan pengutipan uang kepada pelaku pengedar kayu ilegal.

“Setelah dilakukan pengawasan dan penyelidikan, keempatnya terbukti melakukan tindakan indisipliner,” kata Raffles.

Selain empat orang anggota SPORC diberhentikan, BKSDA Jambi juga memberikan sanksi administratif bagi 22 anggota SPORC Brigade Harimau Jambi