Laporan wartawan Tribun Jambi, Edi Januar
KERINCI, TRIBUNJAMBI.COM – Pengelola Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), mengaku belum menerima laporan resmi soal pemecatan satu orang anggotanya oleh Kementerian Kehutanan.

Humas TNKS, Andre Ginson, kepada Tribun mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan tentang pemecatan tersebut.

“Isu yang kita terima memang ada petugas TNKS yang dipecat, hanya saja kita belum menerima surat, ataupun pemberitahuan lainnya, terkait pemecatan tersebut dari instansi yang terkait,” ujar Andre Ginson, saat dihubungi Tribun via telepon, Selasa (14/6) kemarin.

Hingga saat ini pihaknya belum mengetahui apa alasan pemecatan tersebut. “Kalau pun memang benar dipecat, paling tidak alasannya harus jelas, dan harus sesuai dengan prosedur yang ada, bukan asal main pecat saja,” katanya.

Petugas yang dipecat tersebut, tergabung dalam Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (Sporc), yang berada di bawah kendali BKSD. “Kalau secara administrasi dia tercatat sebagai petugas di TNKS, hanya saja dia sudah di BKO kan ke BKSD,” ucap Andre.

Kemungkinan pemecatan karena yang bersangkutan adalah satu di antara oknum yang memback-up ilegal logging? Andre mengaku belum mengetahui hal tersebut. Hanya saja, jika benar karena hal tersebut, harus dilihat dulu seberapa besar dampaknya.  “Harus dilihat dulu seberapa besar hutan yang rusak, seberapa besar kerugian negara,” jelasnya.