Denpasar (ANTARA News) – Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, melepas sepasang burung jalak bali (leocopsar rothschildi) di habitatnya di Taman Nasional Bali Barat, Kabupaten Jembrana dan Buleleng, atau 90 kilometer barat Denpasar, Kamis.

“Selain itu, empat pasang lainnya ditangkarkan dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), sebagai upaya mempercepat meningkatkan populasi maskot fauna Bali yang kini berada diambang kepunahan,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali, I Gede Nyoman Wiranatha, yang mendampingi kunjungan kerja gubernur ke Bali barat.

Ia mengatakan, burung jalak Bali yang dilepas ke alam bebas dan ditangkatkan itu merupakan hasil pengembangbiakan dalam penangkaran yang dilakukan secara tekun dan teliti oleh Bali Safari & Marine Park (Taman Bali Safari).

Sebelumnya, Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, juga pernah melepas sepuluh ekor (lima pasang) jalak putih di habitatnya sekitar daerah Brumbun TNBB.

“Si jambul indah” yang bersuara merdu tersebut sebelum dilepas terlebih dulu dipasangi cincin pemancar di bagian kakinya, dengan harapan keberadaannya terus bisa dipantau.

Burung endemik yang dilepas itu sebelumnya sudah melalui masa adaptasi beberapa hari di TNBB, yakni dengan jalan ditempatkan pada sangkar sistem buka-tutup, tutur Gede Wiranatha.

Ia menjelaskan, populasi burung jalak Bali di habitatnya di TNBB diperkirakan 37 ekor, sementara di penangkaran dalam kawasan TNBB sekitar 147 ekor.

Pemprov Bali melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan populasi burung jalak Bali di alam bebas maupun penangkaran.

Hal itu dilakukan karena burung jalak Bali oleh Convention on International Trade in Endangered Species (CITES), telah memasukkan ke dalam “list appendix 1 CITES” atau masuk kategori satwa yang terancam punah.

Berbagai upaya yang dilakukan pelepasliarkan dan disangkarkan diharapkan mampu penyelamat burung endemik sekaligus meningkatkan populasi burung unik itu.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, termasuk dukungan dan peranserta masyarakat maupun Taman Bali Safari
diharapkan populasi “Si jambul indah” yang bersuara merdu itu terus berkembang, baik di alam bebas maupun penangkaran.

Untuk keberhasilan penangkaran dan kelak juga diliarkan kembali, harus sesuai dengan habitat alamnya. Habitat burung jalak Bali hanya satu-satunya di TNBB antara Teluk Brumbun dan Teluk Kelor terdapat pilang (acacia leucophloea) dan Walikukun (sckoutenia ovata) untuk bertengger dan tidur.

Pohon lainya adalah Taiok (grewia koordersiana), Tekik (albizia lebbeckioides), Kemloko (phyllantus emblica), Kesambi (schleira oleosa) dan Intaran (azadiracta indica). Pohon-pohon tersebut terdapat ulat serta semut maupun rayap yang merupakan makanan si jambul.

Sedangkan pohon yang dimanfaatkan Jalak Bali untuk bersarang adalah Klumprit (terminalia microcarpa), Laban (vitex pubescens), Talok (grewia koordersiana) dan Walikukun, tutur Gede Wiranatha.
(T.I006/M008)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2011