Pangkalpinang (ANTARA News) – Pemerintah Provinsi Bangka Belitung  berupaya melestarikan fauna khas Belitung `Tarsius`  yang  hampir punah.

“Pelestarian fauna tersebut melalui pembangunan kembali kawasan hutan yang menjadi habitat spesies hewan langka itu untuk hidup dan berkembang biak,” ujar Kepala Diskominfo Babel, Tajuddin di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menjelaskan, hewan tarsius jenis bancanus saltatoratau lebih dikenal dengan mantilin, berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 522.53-958/2010 sudah ditetapkan menjadi fauna identitas Provinsi Bangka Belitung.

Ia mengatakan, tarsius bancanus saltator Belitung memiliki ekor panjang, bahkan melebihi panjang tubuhnya. Panjang ekor mentilin bisa mencapai 18 hingga 22 cm dan memiliki sepasang mata yang sangat besar.

Primata kecil tersebut merupakan binatang karnivora, makanannya terutama serangga seperti belalang, kumbang, kupu-kupu, belalang sembah, semut, dan jangkrik.

Tarsius tergolong binatang nokturnal yang berisitirahat pada siang hari di dahan-dahan kecil, dengan ketinggian tiga hingga lima meter dari permukaan tanah dan baru bangun untuk beraktifitas saat menjelang malam tiba.
(ANT/A038)

Editor: Aditia Maruli