Padang (ANTARA News) – Tim Ekspedisi Bukit Barisan (Tim EBB) menemukan spesies burung langka di kawasan hutan Gunung Singgalang, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

“Spesies burung langka yang ditemukan pada kawasan hutan Gunung Singgalang yakni Ciung-Mungkal Sumatera alias Cochoa Beccani Salvadori 1879,” kata Sub Korwil Sumbar Tim EBB, Mayor Inf Benny Rahadian Chaniago, saat dikonformasi melalui telepon dari Padang, Minggu.

Menurut dia, penemuan spesies burung langka itu diperkuat oleh analisa sementara pakar fauna Fakultas MIPA Universitas Andalas Padang, Dr. Wilson.

Burung Ciung-Mungkal Sumatera adalah burung yang tergolong sangat langka. “Burung tersebut mempunyai bentuk unik dan dapat mengeluarkan siulan-siualan khas,” katanya.

Ia mengatakan, suara burung Ciung-Mungkal Sumatera terakhir kali didengar pada 1995 oleh seorang peneliti Jerman bernama Simpson.

Itupun, katanya, hanya siulan burung dan penglihatan sekilas ketika burung terbang di Gunung Kerinci.

“Sedangkan fisik spesies burung ini secara dekat, Simpson tak pernah melihat hanya mendengar siulang burung saja,” katanya.

Selain menemukan burung Ciung-Mungka Sumatera, katanya, Tim EBB 2011 yang terdiri atas personel Kopassus, Raider, Taipur, Wanadri, dan akademisi,juga menemukan sejumlah flora dan fauna unik di Gunung Singgalang.

“Di antara yang ditemukan itu adalah Begonia Hirtellia (tumbuhan herba berukuran kecil yang daunnya dapat dimakan), Begonia Multangula (tumbuhan herba yang memiliki batang bertubuh halus), Bulbophyillium SP (sejenis anggrek tropis yang langka),” katanya.

Pihaknya juga menemukan flora-fauna unik lainnya seperti Macodes Jamaica, Macodes Petola, Melastoma Velutinosum, Melhotoria Marginata, Nepenthes Singalana, Nephelium Tenuifolium, Paphiopedilum, Spathoglottis, Urophyllum, Abroscopus Superciliaris atau sejenis burung berbulu kekuningan.

Tim itu, katanya, juga mendapati potensi alam yang indah di sekitar kawasan Gunung Singgalang, di antaranya air terjun berhadap-hadapan di kawasan Malalak, Kabupaten Agam.

“Air terjun ini nyaris belum pernah tereksploitasi. Selain itu, Telaga Dewi di puncak Gunung Singgalang juga masih sangat menawan,” katanyo.

Ia mengatakan, kawasan hutan Gunung Singgalang sangat bagus untuk wisata alam dan bisa dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Agam.

Selain itu, katanya, hutan Gunung Singgalang dapat juga dijadikan latihan prajurit TNI dan Brimob Polda Sumbar.

“Kondisi kawasan hutan di Gunung Singgalang ini sangat menantang bagi prajurit TNI untuk berlatih,” katanya.

Tim EBB terdiri atas 34 anggota Kopassus, 5 pasukan Raider, 5 pasukan TaiPur Kostrad, 3 Wanadri, 9 akademisi.

Tim itu melakukan penjelajahan dan penelitian di kawasan Gunung Singgalang hingga Agustus 2011.
(KR-ZON/M029)

Editor: Aditia Maruli