Yogyakarta (ANTARA News) – Penataan Taman Nasional Gunung Merapi menjadi prioritas pada 2011, kata Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan Darori.

“Kami segera melakukan identifikasi untuk memperoleh data pasti luas hutan yang rusak, dan luas kawasan yang perlu direhabilitasi akibat erupsi Gunung Merapi,” katanya, di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia saat bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, berbagai hal berkaitan dengan langkah itu juga sedang dikaji.

“Kami sedang melakukan penelitian tentang teknis rehabilitasi hutan dan lahan pascabencana erupsi Merapi. Kami sedang mengkaji metode, perlakuan teknis, dan jenis tanaman,” katanya.

Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu-Opak-Progo Bambang Priyono mengatakan akan melakukan rehabilitasi hutan rakyat yang terkena erupsi Merapi.

Menurut dia, rehabilitasi hutan rakyat dilakukan dengan penyiapan lahan seperti pembersihan pohon-pohon mati dan pembuatan terasering.

“Selain itu, juga melakukan penyiapan bibit-bibit tanaman hutan rakyat dan memfasilitasi penanamannya di kawasan hutan yang rusak akibat erupsi Merapi,” katanya.

Sultan mengatakan Kementerian Kehutanan diharapkan bisa melakukan presentasi konsep yang telah dirumuskan untuk didiskusikan dengan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY.

“Saya berharap jika pengungsi sudah pindah ke hunian sementara, saya sudah memperoleh kepastian sebagai pegangan dalam berdialog dengan mereka,” katanya.(*)

(U.B015/M008)

Editor: Ruslan
COPYRIGHT © 2011