SIARAN PERS-Nomor : S. 20  /PHM-1/2011

Petugas Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Papua bekerjasama dengan pihak sekuriti Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) di Bandara Merauke, telah berhasil menyita 737 ekor Kura-Kura Moncong Babi (Carettochelys insculpta), yang diduga akan diselundupkan menuju Jakarta. Barang bukti saat ini dititipkan di tempat penampungan satwa milik Karantina Ikan. Sedangkan proses penyidikan oleh PPNS Kementerian Kehutanan sedang berlangsung.

Penyelundupan Kura-kura Moncong Babi sudah lama terjadi di Papua dengan berbagai modus, antara lain menggali telur dialam kemudian ditetaskan dan langsung di jual ke pedagang pengumpul, kemudian ditadah oleh pengusaha di Asmat, Timika, dan Merauke. Modus lainnya yaitu melalui jalur transportasi, seperti pesawat udara, kapal penumpang atau kapal barang. Selain itu penyelundupan juga terjadi karena adanya peran kuat dan sindikat peredaran Kura-kura Moncong Babi mulai dari tingkat lokal hingga internasional. Pada tahun 2009, terjadi penyelundupan 12.247 ekor, tahun 2010 terjadi penyelundupan di Merauke sebanyak 467 ekor dan tahun 2010 terjadi penyelundupan sebanyak 10.980 ekor di Timika.

Kura-Kura Moncong Babi, atau nama daerahnya Labi-labi Moncong Babi, adalah salah satu spesies yang dilindungi UU No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dan masuk dalam Convention on Iternational Trade in Endangered Species of wild fauna and flora) CITES Appendix II. Sebaran satwa ini terdapat di Pulau Papua Bagian Selatan (Kabupaten Merauke, Asmat, Mappi, Bovendigoel,Mimika, Dogiyai, Kaimana) sampai ke Papua Nugini dan Australia Bagian Utara. (#)

Jakarta,    14   Januari 2011

Kepala Pusat Humas Kehutanan

ttd

M a s y h u d

NIP. 19561028 198303 1 002