Sabtu, 25 Desember 2010 11:26 WIB | Warta Bumi | Konservasi/Pelestarian |

Bengkulu, 25/12 (ANTARA) – Sebanyak 8,5 juta bibit diperluakn untuk pelaksanaan program tanam semiliar pohon (One Bilions Indonesia Trees/OBIT) dapat mengatasi kerusakan hutan dan aliran sungai.


“Tahun ini pemerintah memprogramkan penanaman satu miliar bibit pohon, sementara di Bengkulu membutuhkan 8,5 bibit untuk ditanam disejumlah lahan kritis dan hutan,” kata Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Ketahun Bengkulu, Dodi Susanto, Sabtu.

Ia mengatakan, kebutuhan sebnyak itu berdasarkan asumsi jumlah penduduk yang mencapai 1,7 jiwa dwengan membutuhkan bibit sebanyak lima pohon per orang, maka dapat tertanam pohon di daerah ini pada 2010 sebanyak 8,5 juta.

Program penghijauan dapat mengatasi kerusakan hutan dan daerah aliran sungai di daerah ini.

Penghijaun perlu dilaksanakan secara serius dan berkesinambungan, agar sejumlah hutan dan DAS diwilayah ini dapat pulih kembali sesuai fungsi untuk kehidupan masyarakat, ujarnya.

Ia mengatakan, banyak rogram penghijauan dengan penanaman pohon baik yang dilakukan dinas kehutanan maupun BPDAS semua itu bertujuan mengembalikan ekosistem hutan dan lahan serta aliran sepanjang sungai.

“Tahun ini terdapat program menanam pohon satu miliar, terhadap kegiatan tersebut Bengkulu memerlukan pohon mencapai 8,5 juta bibit dengan penanaman sebanyak itu akan mengurangi kerusakan,” katanya.

Ia mengatakan, kerusakan terjadi di DAS Bengkulu, Manna, Padang Guci dan Ketahun. Atau pada 57 DAS dan 154 sub DAS. Kerusakan bisa dilihat dari kondisi lahan, tingkat kelerengan lokasi hingga pengolahan lingkungan sekitar kawasan sungai, katanya.

Terjadinya perambahan hutan dan pencemaran lingkungan menjadi penyebab utama kerusakan sehingga mengakibatkan tanah longsor dan banjir yang semakin mengkikis bagian sungai.

Perilaku manusia lainnya seperti membuat bangunan dan bercocok tanam di pinggir sungai atau melakukan kegiatan pertambangan, padahal dalam aturan 100 meter dari sungai tidak diperbolehkan ada kegiatan.

Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah daerah sudah merehabilitas hutan dal lahan, terdapat hutan lindung seluas 2900 hektar dan 2100 hektar hutan konservasi atau hingga 2010 kawasan hutan yang telah dihijaukan seluas 5000 hektar, ujarnya.

Selain itu dibuat 109 unit pembibitan tanaman, masing-masing unit ditargetkan dapat menghasilkan 50.000 batang tanaman kayu-kayuan keras untuk nantinya ditanam di hutan kebun rakyat.

DAS yang ada di Bengkulu tersebut telah diusulkan dan masuk dalam RPJM Nasional periode 2009-2014 untuk direhabilitasi. Pada 2010 telah mendapat bantuan dari APBN sebesar Rp 7 Miliar.

Dana tersebut diantaranya dipakai untuk penghijauan pada lahan yang rusak tersebut rata-rata sebesar Rp 2,4 juta perhektar, ujarnya.
(ANT/P003)

COPYRIGHT © 2010

 

Iklan