Rantauprapat, (Analisa)

Pasca penembakan terhadap 8 warga dilakukan Polisi Kehutanan (Polhut) terkait masalah lahan garapan dengan PT Sinar Belantara Indah (SBI), Polres Labuhanbatu boyong 9 anggota Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) untuk diperiksa dan menetapkan 4 di antaranya sebagai tersangka.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Roberts Kennedy SIK,SH,M.Hum didampingi Kasat Reskrim AKP HM Taufik SE dan Kasubbag Humas Iptu MT Aritonang kepada para wartawan, Rabu (1/12) di ruang kerjanya mengatakan, dari insiden itu polisi mengamankan 9 anggota SPORC untuk dimintai keterangan dan hasil pemeriksaan menetapkan 4 anggota SPORC sebagai tersangka.

Penetapan 4 tersangka itu, karena penggunaan senjata api serta ada korban. Sedang untuk barang bukti yang ditemukan yakni, 4 pucuk senjata api laras panjang jenis Molot warna hitam, 4 butir slongsong peluru Shotgun penabur dan satu butir slongsong peluru Call 5,56 mm buatan PT Pindat.

Keempat anggota SPORC yang menjadi tersangka itu, AS (36), PNS Kementerian Kehutanan, penduduk Jalan Sakti Lubis, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Medan, PMS alias Parta (34) PNS BKSD Sumut, penduduk Desa Sialagundi, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, NIHH alias Nelson (43) PNS BKSD Sumut, penduduk Jalan SM Raja Pintu Air, Medan Kota serta SB (41) PNS BKSD Sumut, penduduk Jalan Garu V, Kecamatan Medan Amplas.

Diungkapkan, perseteruan antara masyarakat Desa Sei Meranti dan perusahaan PT SBI sudah berlangsung lama. Atas insiden itu, pihak SBI juga melaporkan atas kasus perusakan mobil dan masyarakat melaporkan insiden penembakan.

“Masalah kasus perusakan dan pembakaran mobil, lanjut Kapolres, pihak perusahaan masih belum memastikan siapa pelakunya karena saat kejadian para pelaku menggunakan helm. Kita tetap akan usut kasus pengrusakan dan pembakaran mobil itu,” jelas Kapolres.

Sebelumnya, delapan warga menjadi korban penembakan diduga terkait masalah lahan garapan akibat bentrokan antara masyarakat dan Polhut, Selasa (30/11) di Areal K 23 PT SBI Dusun Jadi Mulia, Desa Sei Meranti, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Akibat peristiwa itu, delapan masyarakat yang semuanya penduduk Dusun Jadi Mulia, Desa Sei Meranti, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) menjadi korban penembakan dilakukan petugas Polhut yakni, Suparman (40), Taufik (37), Tukidi (30), Roni Budianto (41), Bambang (27), Erwin (28), Parmin (20), Wawan (20). (ra)

sumber : http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=77706:pasca-penembakan-warga-empat-anggota-sporc-jadi-tersangka&catid=51:umum&Itemid=31