Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mengaku pasrah dengan serangan awan panas (wedhus gembel) yang membumihanguskan ratusan hektare hutan lindung di lereng Merapi.  Lembaga yang menjaga kelestarian flora dan fauna Merapi itu bahkan harus menonaktifkan operasionalnya selama Merapi masih bergolak. 
Kepala Balai TNGM Tri Prasetyo di Magelang ketika dihubungi mengatakan, seluruh aktivitas balai dihentikan menyusul kian seringnya Merapi memuntahkan awan panas dan material vulkanik.
Sebanyak 23 Polisi Hutan (Polhut) yang menjaga hutan TNGM di Magelang, Klaten, Sleman dan Boyolali harus dinonaktifkan untuk sementara, demi keselamatan petugas. ”Di empat kabupaten Polhut libur total,” katanya di balik telepon.
Polhut, menurut Tri, untuk sementara diperbantukan ke lokasi bencana selama erupsi masih berlangsung. Mereka disebarkan di wilayah kabupaten masing-masing untuk berpatroli dan sebagai kru evakuasi warga. ”Polhut dibagi menjadi dua regu patroli dan untuk mengevakuasi warga,” imbuhnya.
Tri Prasetyo memperkirakan, hutan lereng Merapi yang ludes terbakar mencapai 460 hektare dari total seluas 6.410 hektare dalam pengawasan TNGM di tiga kabupaten.
Areal tersebut terinci atas 50 hektare di Kecamatan Kemalang, Klaten; 100 hektare di Kecamatan Srumbung dan Dukun, Magelang; dan 310 hektare di Kecamatan Cangkringan, Sleman. Sementara sisanya, belum dapat terpantau karena semuanya tertutupi abu vulkanik.
Sementara itu, berbagai jenis binatang penghuni hutan yang dilindungi seperti Macan Kumbang (panthera pardus), Elang Jawa (Spizaetus Bartelsi),  dan kera ekor panjang (Macaca Fascicularis) sudah tidak lagi termonitor. Selain diduga mati karena wedhus gembel, dapat pula bersembunyi atau bermigrasi ke hutan-hutan penyangga TNGM.
Untuk memulihkan kondisi hutan, pihaknya berencana menanam jenis tumbuhan yang cocok dengan jenis tanah vulkanik. ”Kami akan melibatkan instansi terkait untuk merehabilitasi hutan lereng Merapi,” kata dia. (jko)

Sumber : http://www.radarjogja.co.id/berita/metropolis/11682-ribuan-hewan-terpanggang-tngm-pasrah

Iklan