Senin, 22 November 2010 07:59 WIB | Warta Bumi | Konservasi/Pelestarian
Saint Petersburg (ANTARA News/AFP) – Para pemimpin dunia pada Ahad (21/11)  berusaha mengumpulkan ratusan juta dolar AS yang diperlukan untuk menyelamatkan harimau dari kepunahan dan menggandakan jumlah kucing besar itu paling lambat pada Year of the Tiger pada 2010 .

Perdana Menteri (PM) Rusia yang menyatakan diri sebagai pecinta hewan, Vladimir Putin, membuka kota asalnya buat pertemuan pertama pemimpin dunia dari 13 negara. Di kota tersebut, populasi harimau telah kian terdesak oleh para pemburu gelap.

“Ini adalah pertemuan yang tak pernah dilakukan sebelumnya oleh para pemimpin dunia untuk menggandakan jumlah harimau,” kata Wakil Presiden Urusan Wilayah Asia Timur dan Pasifik Bank Dunia, Jim Adams, dalam pembukaan acara empat hari itu.

“Gagasan harimau global adalah contoh mengenai pembangunan ekonomi yang seimbang dengan pelestarian alam,” katanya.

Beberapa dasawarsa penyelundupan bagian tubuh harimau dan kerusakan habitat telah memangkas jumlah harimau di alam liar dari 100.000 sekitar satu abad lalu jadi hanya 3.200 hari ini.

Dana Suaka Margasatwa Dunia (WWF) memperingatkan, spesies tersebut berada di jalur kepunahan langsung pada Year of the Tiger (Tahun Macan)  berdasarkan kalender China.

Keberhasilan upaya penyelamatan harimau “tergantung atas itikad politik semua negara yang mendukungnya”, kata Direktur Umum WWF, James Leape.

Bank Dunia memperkirakan bahwa diperlukan sedikit-dikitnya 350 juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk mendukung upaya bersama guna memerangi pemburu gelap dan memberikan perangsang buat pelestarian alam selama lima tahun ke depan.

Tapi Rusia, tuan rumah pertemuan puncak itu, menyuarakan optimisme bahwa konferensi empat hari tersebut akan meraih keberhasilan dan memberi pelajaran bagi aksi gabungan lain mengenai lingkungan hidup.

Pertemuan puncak mengenai harimau itu akan jadi contoh “guna menghadapi tantangan lain seperti pemanasan global”, kata Menteri Sumber Daya Alam Rusia Yury Trunev pada pertemuan tersebut.

Pertemuan tingkat tinggi tersebut dijadwalkan dihadiri oleh Perdana Menteri China Wen Jiabao dan delegasi dari India serta Bangladesh –tiga negara dengan volume terbesar penyelundupan kulit harimau serta organ lain hewan itu.
(Uu.C003/A011/P003)

COPYRIGHT © 2010