Saturday, 20 November 2010 10:55

Perkembangan kegiatan G. Rinjani di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai berikut :

I. Pendahuluan

Gunungapi Rinjani merupakan gunungapi aktif tipe A yang secara administratif terletak di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dan secara geografis pada 08º 25′ Lintang Selatan dan 116º 28′ Bujur Timur. Di dalam Kaldera G. Rinjani terdapat sebuah danau yang disebut Segara Anak serta dua kerucut yang bernama G. Barujari atau G. Tenga dengan ketinggian 2376 m dan G. Mas atau G. Rombongan dengan ketinggian 2110 m dpl. Aktivitas G. Rinjani dipantau secara menerus dari Pos Pengamatan G. Rinjani yang terletak di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun (12,5 km sebelah timur laut G. Rinjani), Kabupaten Lombok Timur.

Pada bulan Mei 2009 terjadi peningkatan kegiatan G. Rinjani yang ditandai oleh letusan. Sehingga berdasarkan analisis data visual dan kegempaan, terhitung sejak tanggal 2 Mei 2009 pukul 16:30 WITA status kegiatan G. Rinjani berada dalam status Waspada.

II. Kegempaan

  • Dari tanggal 1 hingga 31 Agustus 2010 terekam 6 kejadian Gempa Letusan, 8 kejadian Gempa Hembusan, 7 kejadian Tremor Harmonik, 45 kejadian Tremor, 7 kejadian Gempa Low Frequency (LF), 1 kejadian Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 14 kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA), 6 kejadian Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 50 kejadian Gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • Dari tanggal 1 hingga 30 September 2010 terekam 1 kejadian Tremor Harmonik dengan amplituda maksimum 6 mm dan lama gempa 105 detik, 23 kejadian Tremor,, 29 kejadian Gempa Low Frequency (LF), 3 kejadian Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 8 kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA), 15 kejadian Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 52 kejadian Gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • Dari tanggal 1 hingga 31 Oktober 2010 terekam 26 kejadian Tremor, 21 kejadian Gempa Low Frequency (LF), 3 kejadian Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 16 kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA), 4 kejadian Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 45 kejadian Gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • Dari tanggal 1 hingga 15 November 2010 terekam 28 kejadian Tremor dengan, 15 kejadian Gempa Low Frequency (LF), 16 kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA), 10 kejadian Tektonik Lokal (TL), dan 25 kejadian Gempa Tektonik Jauh (TJ).

III. Visual

Sejak tanggal 1 Agustus hingga 15 November 2010 G. Rinjani tidak teramati mengeluarkan hembusan atau asap letusan serta tidak terdengar mengeluarkan bunyi gemuruh atau dentuman.

Pada tanggal 28 – 29 Septermber 2010 dilakukan pemeriksaan kawah dari tepi danau sebelah utara G. Barujari pada radius 1000 m dari pusat kegiatan dan dari kaki     G. Barujari. Selama dilakukan pemeriksaan kawah tidak teramati aktivitas permukaan berupa letusan, hembusan, leleran lava, atau suara gemuruh.

IV. Potensi Bahaya

  • Kegiatan erupsi kompleks G. Rinjani tercatat pertama kali dalam sejarah pada bulan September 1847, dengan masa istirahat sepanjang 1 – 37 tahun. Pusat erupsinya berpindah-pindah tempat namun berpusat di sekitar kerucut G. Barujari. Fase erupsi terakhir dimulai pada awal bulan Mei 2009 dengan pusat erupsi di kerucut               G. Barujari.

Produk erupsi terakhir G. Rinjani berupa abu dan lontaran material pijar. Kolom letusan mencapai tinggi 1500 m di atas Plawangan.

  • Gunungapi Rinjani memiliki risiko yang tinggi, karena G. Rinjani merupakan gunungapi aktif yang berpotensi terjadi letusan sekaligus merupakan objek wisata yang sering dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Seiring dengan penurunan aktivitas dan penurunan  intensitas hembusan, sehingga potensi ancaman bahaya erupsi G. Rinjani juga mengalami penurunan.

V. Kesimpulan

  • Aktivitas kegempaan G. Rinjani menunjukan kecenderungan menurun, yang ditandai penurunan aktiftas kegempaan.
  • Secara visual juga tidak teramati aktivitas hembusan dan asap letusan, suara gemuruh dan dentuman tidak terdengar.
  • Berdasarkan evaluasi data kegempaan dan visual, maka terhitung mulai tanggal 19 November 2010 pukul 17:00 WITA, status kegiatan G. Rinjani diturunkan dari Waspada (Level II) menjadi Normal (Level I).

Pemantauan intensif tetap  dilakukan guna mengevaluasi kegiatan G. Rinjani dan kami tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Satlak PB dan Satkorlak PB) setempat.

VI. Rekomendasi

Sehubungan dengan status Normal, maka kami rekomendasikan:

  1. Masyarakat tetap tidak mendarat di G. Anak Rinjani/G. Barujari.
  1. Masyarakat di sekitar G. Rinjani diharap tenang, tetap waspada, dan tidak mempercayai isu-isu tentang letusan G. Rinjani. Masyarakat dapat melakukan kegiatan seperti biasa dan diharap senantiasa mengikuti arahan Satlak PB dan Satkorlak PB setempat.
  1. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Rinjani yang terletak di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

Sumber : PVMBG http://www.vsi.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=97:perkembangan-kegiatan-gunung-rinjani&catid=48:status-gunungapi

Iklan