Saturday, 20 November 2010 10:54 administrator

Hasil evaluasi kegiatan G. Bromo di Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, sebagai berikut :
  1. I. Pendahuluan

G. Bromo secara geografis berada pada posisi 7º 56’ 30” LS dan 112º 37’ 00” BT     dengan tinggi puncaknya 2329 meter dari permukaan laut. Sedangkan secara administratif terletak di Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur.

Aktivitas G. Bromo dalam statusnya yang Waspada umumnya dicirikan oleh hembusan asap kawah berwarna putih tipis sampai putih tebal, tekanan lemah dengan ketinggian berkisar antara 75 – 150 meter dari puncak, bau belerang tercium tajam.

  1. II. Kegempaan

Aktivitas kegempaan diindikasikan :

–       Tanggal 1 – 7 November 2010 tercatat 2 kali kejadian  Gempa Vulkanik Dangkal (VB). 4 kali kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA). 5 kali kejadian Gempa Tektonik Jauh (TJ).

–       Tanggal 8 – 14 Juli 2010 tercatat 540 kali kejadian Gempa Vulkanik Dangkal (VB). 66 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA). 2 kali Gempa Tremor Vulkanik dengan amplituda 3 – 4 mm. 5 kali kejadian Gempa Tektonik Lokal (TL). 5 kali kejadian Gempa Tektonik Jauh (TJ).

–       Tanggal 15 November 2010 tercatat 106 kali kejadian Gempa Vulkanik Dangkal (VB). 5 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA).

–       Tanggal 16 November 2010 tercatat 56 kali kejadian Gempa Vulkanik Dangkal (VB). 2 kali kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA). 1 kali kejadian Gempa Tektonik Lokal (TL).

–       Tanggal 17 November 2010 tercatat 63 kali kejadian Gempa Vulkanik Dangkal (VB). 2 kali kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA).

  1. III. Visual

–       Tanggal  1 – 7 November 2010 visual ke arah puncak G. Bromo tertutup kabut pada saat cuaca cerah teramati hembusan asap berwarna putih tipis- putih sedang, tekanan lemah, tinggi 75 meter di atas bibir kawah, condong ke arah utara.

–       Tanggal 8 – 15 November 2010 teramati hembusan asap berwarna putih tipis – putih sedang, tekanan lemah – sedang, tinggi 100 – 150 meter di atas bibir kawah, condong ke arah utara.

–       Tanggal 16 – 17 November 2010 teramati hembusan asap berwarna putih sedang – putih tebal, tekanan lemah – sedang, tinggi 100 – 200 meter di atas bibir kawah, condong ke arah utara.

IV. Potensi Bahaya

Letusan terakhir G. Bromo tahun 2004, berlangsung secara singkat dengan karakter letusan freatik–freatomagmatik. Aktivitas G. Bromo saat ini dicirikan oleh hembusan asap berwarna putih tipis tekanan lemah dengan tinggi 100 – 150 meter di atas bibir kawah.

Gunungapi Bromo merupakan salah satu objek wisata yang sering dikunjungi  baik oleh wisatawan domestik dan mancanegara, karena keindahan panorama  dan keunikan budaya lokal dari suku Tengger. Sebagai objek wisata, menjadikan G. Bromo memiliki risiko yang tinggi dari ancaman bahaya erupsi freatik – freatomagmatik yang dapat terjadi secara tiba – tiba.

  1. V. Kesimpulan
  1. Aktivitas Gempa Vulkanik cenderung meningkat sejak tanggal 8 November 2010
  2. Kegiatan Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan Gempa Vulkanik Dangkal (VB) secara fluktuatif terus meningkat. Sejak tanggal 8 November 2010 mulai tercatat Tremor Vulkanik.
  3. Berdasarkan pengamatan data kegempaan dan visual serta analisis data tersebut, status kegiatan G. Bromo masih tetap dalam status Waspada (Level II).

Status kegiatan G. Bromo dapat dinaikkan/diturunkan jika terjadi peningkatan/penurunan aktivitas yang terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Pos Pengamatan G. Bromo.

VI. Rekomendasi

Sehubungan dengan status G. Bromo “WASPADA”, maka direkomendasikan :

  1. Masyarakat di sekitar G. Bromo diharap tenang, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Bromo. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (BPBD) dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo (selaku SATLAK PB) tentang aktivitas G. Bromo.
  2. Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengujung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak G. Bromo dalam radius 1 km dari kawah aktif.
  3. Pemerintah daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Bromo di Desa Ngadisari, Cemoro Lawang, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

Sumber : PVMBG http://www.vsi.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=96:evaluasi-kegiatan-gunung-bromo&catid=48:status-gunungapi