Kamis, 18 November 2010 15:59 WIB | Warta Bumi | Konservasi/Pelestarian
Boyolali (ANTARA News) – Sekitar 2.400 dari 6.410 hektare tanaman hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) rusak akibat terkena erupsi Gunung Merapi.

Kepala Seksi Wilayah II Balai TNGM Boyolali, Joko Priyono, di Boyolali Kamis mengatakan, kerusakan hutan tanaman di lereng Gunung Merapi tersebut meliputi wilayah Boyolali, Klaten, Magelang, dan Sleman.

Namun, kata Joko Priyono, pihaknya hanya mengelola kawasan hutan TNGM di Kabupaten Boyolali dan Klaten yang totalnya mengalami kerusakan akibat bencana diperkirakan mencapai 974 hektare.

Menurut Joko Priyono, hutan di wilayah Boyolali luas seluruhnya sekitar 1.467,5 ha, tetapi yang mengalami kerusakan diperkirakan mencapai 220 ha, di Dusun Stabelan, Desa Tlogolele, Selo.

Hutan TNGM di kawasan Klaten seluruhnya mencapai 859,54 ha dan yang rusak di Desa Balairante, Kemalang, sekitar 754 ha.

Ia menjelaskan, tanaman hutan TNGM wilayah Desa Balailante, Klaten mengalami kerusakan akibat dampak dari awan panas, sehingga tanaman di lokasi itu mati terbakar.

Namun, tanaman hutan di wilayah Stabelan, Tlogolele, Boyolali, dampak dari loncatan api pijar di kawasan itu, sehingga yang terbakar di beberapa titik.

Kendati demikian, pihaknya belum berani melakukan mendakian untuk mengecekan secara detail ke kawasan tersebut, karena Gunung Merapi hingga kini masih berbahaya.

Menurut dia, hutan di TNGM banyak ditanami jenis pohon acasia dan pinus, serta batang rata-rata usia delapan tahun dengan diameter antara 10 hingga 15 centimeter.

Pihaknya belum dapat memprediksi berapa besar kerugian yang ditimbulkan akibat bencana tersebut.

Namun, kata dia, kalau dinilai dari tanaman saja seluar 220 ha di wilayah Boyolali, kerugian diperkirakan mencapai Rp1,039 miliar.

Karena, kata dia, batang pohon acasia dan pinus dengan diameter 10-15 centimeter, harganya diperkirakan sekitar Rp47,25 juta per ha.

Selain itu, kata dia, akibat kerusakan hutan di lereng Merapi tersebut, juga berdampak kerusakan ekositem, kekurangan oksigen, dan hutan pariwisata.

Kendati demikian, pihaknya segera melakukan restorasi dan rehabilitasi tanaman, setelah kondisi Gunung Merapi dinyatakan aman.

Menurut dia, rehabilitasi akan dilakukan di Desa Lencoh, Samiran, dan Tlogolele, Kecamatan Selo, seluas 77 ha dan jenis tanaman yang ditanam, yakni tanaman dadap, pasang, puspa, dan rasamala.

(ANT/S026)

COPYRIGHT © 2010