Minggu, 14 November 2010 07:54 WIB

MERANGIN–MICOM: Tim gabungan penertiban perambah hutan Taman Nasional Kerinci Seblat, hutan produksi, dan hutan produksi terbatas di Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin mulai menjalankan tugasnya sejak Jumat (12/11). 

Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Merangin Ir Safri melalui Kepala Perlindungan Hutan Ir Sabarudin di Bangko, Sabtu (13/11) menjelaskan, tim gabungan dari Pemprov Jambi dan Pemkab Merangin dan kesatuan Polisi Kehutanan serta unsur lainnya sudah melakukan operasi sejak Jumat (12/11).

Tim Polhut sudah mendatangi desa terdekat menuju lokasi, mereka kembali melakukan koordinasi dengan tim pra penertiban, dan Sabtu sudah masuk ke kawasan yang hendak  dieksekusi.

“Dari laporan Komandan Lapangan, personil Polhut saat ini sudah mulai melakukan penertiban terhadap ladang-ladang kopi milik warga yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS),” ujarnya.

Tapi karena sulitnya akses telekomunikasi ke daerah tersebut, belum bisa diketahui berapa luas lahan yang sudah dieksekusi. Dari laporan personil di lapangan dilaporkan sebagian besar lahan di TNKS sudah ditinggalkan warga perambah yang umumnya warga pendatang dari provinsi tetangga, karena itu eksekusi tidak menemui kendala.

Kebun-kebun kopi yang dinyatakan masuk TNKS, terpaksa harus dibabat oleh petugas. Pondok-pondok perambah pun terpaksa dirubuhkan, tapi tidak ada pembakaran, ujarnya.

“Pembabatan dilakukan secara manual dengan menggunakan peralatan ringan seperti parang, gergaji, kapak, dan paling berat gergaji mesin,” katanya.

Sosialisasi yang dilakukan Pemkab Merangin melalui beberapa kali surat edaran berisi himbauan dan terakhir Peraturan Bupati, dinilai cukup efektif mengeluarkan warga.

Terbukti dari sekitar 5-6 ribu warga yang ladangnya masuk kawasan TNKS seluas 8.000 hektare kini sudah tidak ditemukan bertahan atau masih mendiami ladang dan pondoknya.

Operasi tahap pertama ini akan berlangsung selam 15 hari (12-27 November), dengan target pertama ladang-ladang dan pondok para perambah di areal TNKS.  Operasi dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Ir Budidaya dengan Komandan Lapangan Triono yang juga Komandan SPORC Jambi.

Operasi penertiban ini masih akan terus dilanjutkan pada tahap II jika dinilai selama operasi tahap I masih belum menyelesaikan eksekusi.  Ketika ditanya, ia mengatakan, tahap II bisa dilakukan secara estafet begitu operasi tahap I selesai atau memakai tenggat waktu, misalnya seminggu, sebulan atau triwulan.

“Yang jelas semua tergantung dari perkembangan situasi kondisi yang terjadi di lapangan,” tambah Sabarudin. (Ant/OL-2)

sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/14/181660/126/101/Dimulai-Penertiban-Perambah-di-Taman-Nasional-Kerinci-Seblat

Iklan