Jumat, 24 September 2010 | 14:07 WIB

JAKARTA-  Setelah sempat menjadi polemik, Rizal Malarangeng akhirnya  menyerahkan vila bermasalah miliknya yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS), Provinsi Jawa Barat kepada pemerintah.

“Benar, Rizal Malarangeng akan menyerahkan vilanya. Dia langsung menelepon Menteri Kehutanan,” kata Direktur Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan Darori, Kamis (23/9).

Menurut Darori, keputusan Direktur Eksekutif Freedom Institute itu sangat diapresiasi oleh Kemenhut karena selama ini keberadaan ratusan vila mewah di TNGHS berstatus ilegal. Vila ini  berdiri di kawasan konservasi yang dilindungi Undang-Undang.

Bahkan, hingga kini ratusan vila tersebut masih banyak berdiri tegak sehingga Kemenhut mengancam akan membongkar paksa karena para pemilik tetap mempertahankannya.

Selain ilegal, vila-vila tersebut didirikan di atas lahan konservasi yang menentukan kualitas dan debit air di Bogor dan Jakarta. “Kalau pemilik lempar handuk atau menyerahkannya sebelum penyidikan, maka tentu proses hukum tak dilanjutkan,” ujarnya.

Ia mengatakan pada pekan depan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan akan langsung turun melihat kerusakan kawasan TNGHS, termasuk untuk membahas penyerahan vila mewah milik adik Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng itu.

Sebelumnya, Tim Penegak Hukum yang terdiri dari Dirjen PHKA, Bareskrim Mabes Polri, KPK dan Satgas Mafia Kehutanan melayangkan surat panggilan pemeriksaan kepada 16 pemilik vila bermasalah. Namun para pemilik vila mewah tersebut tidak juga datang hingga panggilan ketiga. “Untuk yang membandel akan kami panggil paksa, meski dia pejabat atau artis sekalipun,” ujarnya.

Sebelumnya Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng sempat kena awu anget atas kasus vila bermasalah ini. Bahkan politisi dari Partai Demokrat ini diberitakan akan dijemput paksa oleh tim penyidik dari Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan jika bersikukuh mempertahankan bangunan vila di atas lahan negara di TNGHS.
Dalam pembelaannya , Andi  terang-terangan mengaku tidak mempunyai vila dan tanah di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bogor, Jabar.
Menurut Andi, yang sebenarnya mempunyai lahan di kawasan itu adalah saudaranya, Rizal Malarangeng. “Menurut Rizal, tanah di kawasan Gunung Halimun dibeli dari seorang veteran. Jadi Rizal mengira tanah itu memang milik seorang veteran,” kata Andi.

Sejak beredar kabar di media massa bahwa vila yang berdiri di kawasan Taman Nasional ilegal,  Andi lalu mempertanyakan sikap Rizal. “Rizal bilang, jika memang tanah tersebut ingin diambil negara, ya silakan saja,” katanya. tis,ins

Taman Nasional Gunung Halimun Salak

– Salah satu taman nasional yang terletak di Jawa Barat. Kawasan konservasi dengan luas 113.357 hektare ini menjadi penting karena melindungi hutan hujan dataran rendah yang terluas di daerah ini, dan sebagai wilayah tangkapan air bagi kabupaten-kabupaten di sekelilingnya. Dua puncaknya yang tertinggi adalah Gunung Halimun (1.929 m) dan Gunung Salak (2.211 m).

-Wilayah Gunung Halimun telah ditetapkan menjadi hutan lindung seja 1924, luasnya ketika itu 39.941 ha. Kemudian pada 1935 kawasan hutan ini diubah statusnya menjadi Cagar Alam Gunung Halimun. Status cagar alam ini bertahan hingga tahun 1992, ketika kawasan ini ditetapkan menjadi Taman Nasional Gunung Halimun dengan luas 40.000 ha, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 282/Kpts-II/1992 tanggal 28 Februari 1992. Sampai dengan lima tahun kemudian, taman nasional yang baru ini pengelolaannya ‘dititipkan’ kepada Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango yang wilayahnya berdekatan. Baru kemudian pada 23 Maret 1997, taman nasional ini memiliki unit pengelolaan yang tersendiri sebagai Balai Taman Nasional Gunung Halimun.

– Pada 2003 atas dasar SK Menteri Kehutanan No.175/Kpts-II/2003, kawasan hutan Gunung Halimun diperluas, ditambah dengan kawasan hutan-hutan Gunung Salak, Gunung Endut dan beberapa bidang hutan lain di sekelilingnya, yang semula merupakan kawasan hutan di bawah pengelolaan Perum Perhutani.

Sumber :

http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=f76a7e05880f57c74d975b3fd4ba7dc2&jenis=c4ca4238a0b923820dcc509a6f75849b