KONSERVASI

2015, Orangutan Harus Balik ke Habitat

Kamis, 15 Juli 2010 | 21:29 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com – Berbagai upaya melestarikan orangutan terus dilakukan untuk melindungi satwa langka ini dari ancaman kepunahan. Sekitar 50 ribu lebih orangutan kini hidup liar di bumi Sumatera dan Kalimantan. Sementara 1200 orangutan masih berada di areal rehabilitasi.

Pada tahun 2015 nanti, pemerintah menargetkan seluruh orangutan yang berada di konservasi harus dilepasliarkan ke habitatnya. “Kita berharap tahun depan ada tindakan pasti untuk mengembalikan orangutan ke habitatnya, dari deadline yang canangkan tahun 2015, ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo, Bungaran Saragih di Sanur, Denpasar, Kamis (15/07/2010).

“Secara bertahap kami akan lepasliarkan para orangutan itu ke hutan di Kalimantan, sebanyak 1.200 ekor hingga tahun 2015 sesuai target yang dicanangkan
Presiden SBY,” imbuh dia. Di yayasan yang dikelolanya saat ini memelihara 850 orangutan.

Untuk merealisasikan upaya tersebut Pemerintah membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak di antaranya sektor bisnis, sektor konservasi, dan sektor peneliti. Selain itu faktor sumber daya alam dan komunitas lokal juga harus mendukung untuk menjaga kehidupan orangutan dan habitatnya.

Kendala yang dialami saat ini adalah kurangnya lahan hutan untuk menampung seluruh orangutan yang berada di konservasi. “Kami kekurangan lagi lahan seluas 200.000 hektar untuk itu masih akan diusulkan ke pemerintah. Setelah dapat izin segera semua orangutan itu dibawa ke habitat aslinya,” tandas Mantan Menteri Pertanian periode 2000-2004 tersebut.