Selasa, 22/06/2010 10:15 WIB
Menhut Sedih Pegawai Penjaga Hutan ‘Hanya’ Bergaji Rp 2 Juta
Suhendra – detikFinance

Jakarta – Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyatakan keperihatinannya terhadap gaji para pegawai kehutanan yang bertugas di kawasan-kawasan terpencil.

Dengan tugas yang sangat berat, para penjaga hutan hanya digaji sebesar Rp 2 juta perbulan, hal ini dinilai sangat tak mencukupi dan tak layak.

Zulkifli mengatakan di kementerian lain ada program terhadap para pekerja di desa terpencil dengan memberikan insentif gaji untuk dokter, bidan, guru di desa tertinggal. Sementara itu pejaga hutan atau polisi hutan jauh bekerja dari sebatas di desa tertinggal melainkan di kawasan terpencil justru tak mendapatkan perlakuan yang sama.

“Untuk itu harus ada dana khusus untuk mereka, mereka itu kan bertugas di hutan terpencil berteman dengan monyet, orang hutan,” kata Zulkifli saat ditemui di acara rakor anggaran kemenhut di Hotel Peninsulla, Jakarta, Selasa (22/6/2010).

Menurutnya, gaji ideal bagi para pegawai penjaga hutan adalah Rp 5 juta per bulan. Maklum saja tantangan panjaga hutan sangat berat karena berhadapan dengan godaan peyimpangan di lapangan.

“Bayangkan saja dengan gaji segitu anak masuk sekolah Rp 5 juta, lalu istri sakit. Tidak heran kalau ada yang nebang pohon lalu pura-pura tak lihat,” katanya.

Politisi dari PAN itu menilai, dengan gaji memadai akan menciptakan rasa keadilan dan loyalitas yang lebih tinggi bagi para pegawai kehutanan di kawasan terpencil.

“Ini sedang dianggarkan, kalau bisa sih tahun ini,” katanya.

Dikatakan Zulkifli masalah ini sangat penting karena terkait upaya penegakan hukum dibidang kehutanan. Data kementerian kehutanan mencatat sebanyak 66% dari total hutan yang rusak lebih disebabkan karena perambahan, yang menjadi kuncinya karena masih longgarnya pengawasan.

“Yang rusak karena izin (tambang) justru hanya 0,6%,” imbuhnya.

Sementara kerusakan hutan karena alih fungsi lahan seperti untuk perkebunan, pemekaran wilayah, pertanian dan lain-lain menyumbang 16%. Hal ini terjadi lebih banyak terjadi di hutan konversi dan hutan produksi.

(hen/qom)