http://suaramerdeka .com/v1/index. php/read/ news/2010/ 05/23/55224/ Polhut-Karimun- Tangkap-Dua- Kapal-Cangkrang

3 Mei 2010 | 23:43 wib | Daerah

CyberNews. Polisi Hutan (Polhut) Taman Nasional Karimunjawa berhasil menangkap dua kapal yang menggunakan jaring Cangkrang. Kapal ditangkap karena beroperasi di zona konservasi Taman Nasional Karimunjawa. Kepala Seksi II Balai Taman Nasional Karimunjawa, Iwan Setiawan SH didampingi Penyidik Polhut Wahyono SE mengatakan, pihaknya menangkap kapal “Tujuh Enam” dan “Hasil Karya” beserta nahkoda pada 23 Februari 2010 lalu. “Mereka kami tangkap basah sedang mencari ikan di zona terlarang,” kata Iwan Setiawan.

Dijelaskannya, zona terlarang yang dimaksud ialah zona pemanfaatan perikanan tradisional. Di zona itu hanya nelayan tradisional yang boleh mencari ikan. Sedangkan kapal yang menggunakan peralatan modern dilarang. Kapal Cangkrang menggunakan jaring cangkrang besar yang merupakan modifikasi dari jaring Pukat Harimau. Jaring ini ditarik dengan mesin sehingga tidak boleh beroperasi di zona tersebut. “Selain itu, jaring cangkrang mampu menembus dasar laut, dia mengambil ikan apapun dari besar dan kecil juga biota laut termasuk terumbu karang sehingga merusak ekosistem laut,” jelasnya.

Penyidik Polhut Wahyono menambahkan, setelah diproses, pihaknya menetapkan dua nakoda kapal yakni J asal Tuban dan S asal Jepara sebagai tersangka. Namun keduanya tidak ditahan dan hanya dikenai wajib lapor. Pihaknya juga menyita barang bukti berupa 2 kapal sepanjang masing-masing enam meter, delapan mesin penarik jaring, dua jaring cangkrang sepanjang 30 meter, tali 600 meter dan beberapa jenis biota laut. Semua barang bukti saat ini dititipkan di kantor perwakilan Jepara, kecuali biota laut yang berada di Balai Taman Nasional Karimunjawa di Semarang. ( Anton Sudibyo /CN14 )