Banda Aceh,

Pengadilan Negeri (PN) kota Banda Aceh, Rabu (15/4) siang menggelar sidang perkara perda kasus keberatan dari pengugat Afjal, selaku Direktur UD Teruna Kreung Cut. Pria ini merasa dirugikan atas keterangan teknis dari dua orang polisi Hutan Provinsi Aceh.

Kasus perdata tersebut merupakan dampak dari penangkapan kayu milik UD Teruna pada tahun 2006 lalu, oleh Tim terpadu Ileggal logging Aceh. Pada sidang kasus dugaan tindak pidana lalu, kasus dimenangkan oleh pihak UD Teruna, hingga sejumlah kayu dan pihak pengusaha dibebaskan lantaran tidak terbukti melakukan tindak pidana.

Lantaran merasa telah dirugikan dengan keterangan teknis dari dua orang polisi Hutan Provinsi Aceh, yakni Amri Samadi dan Muharis, kembali direktur UD Teruna melayangkan gugatan perdata melalui penyelesaian penggelaran sidang di PN Banda Aceh.

Pada pengelaran sidang kali ini, menghadirkan seorang saksi bernama T. Ezron Usman selaku Kepala Cabang Empat kehutanan kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar selaku saksi dari pihak pengugat yang juga ditemani oleh kuasai hukumnya, yakni Safruddin SH. Sedangkan Amri Samadi ditemani oleh beberapa orang tim kuasa hukumnya, yang dipimpin oleh H. Hamid Zein SH.

Dalam Sidang yang dipimpin oleh ketua Majelis hakim Jamaluddin SH tersebut, T. Ezron Usman memberikan keterangan jika memang benar ada mengeluarkan surat keterangan tertulis terkait kayu yang ditangkap oleh polisi tersebut. Tapi, itu hanya sebatas keterangan jika kayu tersebut berasal dari daerah Kabupaten Aceh Besar, paparnya.

Sedangkan Amri Samadi selaku polisi hutan sempat berargumen jika oprasional UD Teruna tersebut salah, lantaran tidak dilengkapi oleh surat Surat Keterangan Syah Hasil Hutan (SKSHH) yang diatur dalam Peraturan Mentri kehutanan nomor 126 tahun 2005 yang menyatakan harus mendapatkan SKSHH jika ingin melakukan oprasional peredaran kayu antar kabupaten / kota.

Sedangkan kayu milik UD Teruna yang ditangkap oleh polisi tersebut, merupakan tujuan dari asal usaha kota Banda Aceh menuju Pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar, Ulas Amri.

Usai melakukan observasi selama beberapa puluh menit, majelis hakim menutup sidang dan akan melanjutkan sidang perkara perdata ini para Rabu (22/4) dengan kegiatan mendengar keterangan lanjutan dari sejumlah saksi dari penggugat. (den)

http://www.rakyatac eh.com/index. php?open= view&newsid=9832&tit=Berita%20Utama% 20-%20Pengusaha% 20Kayu%20Gugat% 20Polhut
Kamis, 16 April 2009 | 07:53