Macan tutul (Panthera pardus)

Selasa, 13 Oktober 2009 | 09:38 WIB

GARUT, KOMPAS.com – Seekor macan tutul liar (panthera pardus) hasil tangkapan petugas Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Ciamis, dititipkan di taman satwa Cikembulan, kecamatan Kadungora Garut.

Manager taman satwa tersebut Rudy Arifin mengemukakan, Selasa (13/10), satwa itu tiba pukul 22.30 WIB diantar langsung Kepala Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, Panji Yudistira KS bersama stafnya.

Satwa liar yang nyaris mengganggu ternak penduduk ini, ditangkap di desa Cikupa kecamatan Lumbung kabupaten Ciamis, setelah sebelumnya dilakukan berbagai upaya untuk menjaringnya.

“Karena jika dibiarkan, dipastikan akan dibunuh warga setempat yang khawatir ternak milik mereka diterkam hewan buas tersebut,” katanya.

Sebelumnya, koleksi taman satwa itu telah bertambah dengan seekor burung kasuari, elang ular, kera jenis surili, burung hantu serta lima ekor burung merak.

Satwa tambahan tersebut merupakan titipan dari BKSDA setempat, yang diperoleh dari penyerahan milik seorang pengusaha pertambangan.

Wakil Bupati Garut R. Dicky Candra saat dihubungi terpisah menyatakan, keberadaan taman satwa pertama di provinsi Jawa Barat saat ini, menambah ikon unggulan di daerahnya.

“Taman itu merupkan ikon unggulan setelah selama ini dikenal luas antara lain dengan jeruk, dodol serta batik Garut-nya,” kata Wakil Bupati setempat R. Diki Candra saat dihubungi terpisah.

Taman satwa Cikembulan, memiliki koleksi sekurangnya 159 satwa dengan 40 spesies di antaranya kelompok mamalia seperti rusa, babi hutan, reptilia antara lain buaya, aves yakni burung termasuk burung garuda serta kelompok primata (kera).

Bahkan kini tengah menunggu kehadiran harimau Sumatera, yang semula diagendakan tiba beberapa pekan lalu namun akibat gempa di Padang Sumatera, para petugas BKSDA Sumatera ditugaskan dahulu ke Padang sehingga kedatangan harimau Sumatera tersebut paling lambat akhir Oktober ini.

“Selain memiliki potensi wisata. Di taman ini juga tersedia beragam produk kuliner, sarana bermalam bahkan pendopo untuk pertemuan berkapasitas 100 orang,” katanya.
BNJ
Sumber : ANT