Selasa, 22 September 2009 10:39 WIB | Warta Bumi | Masalah Lingkungan | Dibaca 1540 kali

Garut (ANTARA News) – Sekurang-kurangnya 20 hektare hutan pinus beserta alang-alang di gunung Guntur Garut, hingga Selasa siang masih terbakar.

Kebakaran sejak Senin sore (21/9) itu mengakibatkan timbulnya jilatan api yang tertiup angin kencang hingga mencapai puncak gunung berketinggian 2.249 mdpl (meter di atas permukaan laut).

“Asap tebal mengagetkan kami yang sempat mengira gunung meletus,” kata Rachmat(56) warga Pasawahan yang berlokasi di kaki gunung itu, Selasa.

Dia mengaku belum ada pihak yang melakukan upaya pemadaman. “Kemungkinan aparat Kehutanan termasuk dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat masih berlebaran,” katanya.

Warga yang akan mencari kayu bakar terpaksa mengurungkan niat. Mereka menghitung sekurang-kurangnya ada 20 titik api pada area seluas 70 hektare lebih di seputar puncak gunung api itu.

“Meski peristiwa kebakaran ini telah berkali-kali, namun hanya kebakaran kali ini yang jilatan apinya mencapai puncak gunung,” kata Rachmat.

Sumber api disebut-sebut warga berasal dari kaki gunung di blok Legok Pulus, penyebabnya diduga kemarau panjang yang mengakibatkan banyak bebatuan pecah sehingga menimbulkan percikan api.

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Dan Bencana Geologi (PVMBG) Dr Surono saat dihubungi mengemukakan, gunung api Guntur bertipe “Strato” itu berada pada 07 derajat 08`30″ Lintang Selatan dan 107 derajat 20` Bujur Timur.

Posisi terdekatnya dari kota Garut 1.600 meter, yang selama ini pada kawasan kaki gunung tersebut terus menerus dilakukan penggalian pasir serta batu.(*)

COPYRIGHT © 2009