http://www..kompas. com
Paul dan Gia Tertembak Saat Patroli
SENIN, 30 MARET 2009 | 21:24 WIB
BENGKULU, KOMPAS.com — Paul dan Gia, dua ekor gajah binaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu ternyata tewas tertembak saat sedang melakukan patroli pengamanan hutan akhir pekan lalu.

Kepala BKSDA Bengkulu Andi Basrul, Senin (30/3), mengatakan, kedua ekor gajah yang berumur sekitar 20 tahun itu mati tertembak saat melakukan patroli rutin pengamanan kawasan hutan dari perambahan dan perburuan satwa dilindungi.

“Keduanya tertembak saat malam hari, ketika petugas BKSDA beristirahat di hutan. Kedua gajah ini berada sekitar 500 meter dari tenda petugas. Pagi hari saat patroli akan dilanjutkan, keduanya sudah mati,” kata Andi.

Kedua gajah tersebut, kata dia, tertembak di bagian belakang telinga sebelah kanan dan satu buah proyektil berwarna kuning ditemukan di bangkai gajah.

Menurut Andi, pada 19 Maret lalu, delapan anggota Polhut BKSDA bersama empat ekor gajah binaan atau gajah jinak PLG Seblat melakukan patroli pengamanan hutan. Lokasi pengamanan yang cukup luas membutuhkan waktu patroli selama beberapa hari dan harus bermalam di hutan.

“Setelah memasuki hari keenam, tepatnya tanggal 24 Maret pagi, saat tim akan melanjutkan patroli, ternyata kedua gajah ini sudah mati,” katanya. Lokasi tertembaknya gajah, kata dia, sekitar 8 km dari camp PLG Seblat atau lebih kurang 6 km dari jalan poros perkebunan sawit milik PT Alno di Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara.

Hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan gambaran motif dan pelaku penembakan. ” Kami masih terus menyelidiki penembaknya karena kami menduga pelakunya pasti orang yang profesional, ” katanya.

Andi mengatakan, dengan kasus ini, pihaknya akan tetap melakukan patroli pengamanan hutan dengan dibantu 18 gajah binaan PLG Seblat lainnya. “Kasus ini tidak akan membuat kami jera, tetapi justru akan mencari pelakunya sampai ketemu dan akan tetap melakukan tugas rutin, yaitu pengamanan hutan,” katanya.

MSH
Sumber : Antara