Minggu, 22 Februari 2009 | 06:13 WIB

SURABAYA, SABTU – Seekor bekantan milik Kebun Binatang Surabaya (KBS) mati dalam perjalanan saat dibawa ke Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Sabtu (21/2).

Koordinator Bidang Humas dan Hubungan Antarlembaga Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) Singky Soewadji mengatakan satu dari delapan ekor bekantan mati sebelum tiba di tempat tujuan. “Sedangkan bekantan lainnya kondisinya lemas karena diduga kelelahan dalam perjalanan. Kami minta agar proses pengiriman satwa itu segera dievaluasi dan dilakukan pengamatan,” katanya.

Ia mengatakan seharusnya KBS tidak bekerja sendiri dalam pengiriman satwa tersebut, melainkan melibatkan tim TSI. TSI harus dilibatkan dalam proses penangkapan dan memasukkan ke kandang untuk diisolasi.

“Pengiriman bekantan, satwa yang memiliki tingkat stres tinggi itu justru dilakukan pada akhir pekan, di mana jalan padat dan sering macet lalu lintasnya,” katanya.

Selain itu, pihaknya mencatat ada kejanggalan dalam pengiriman bekantan tersebut, yakni lima ekor jantan dan tiga betina, padahal seharusnya sebaliknya. Karena yang mati bekantan betina, kini tinggal dua betina yang masih hidup,” katanya.

Sesuai kesepakatan dengan berbagai pihak, bekantan milik KBS tersebut nantinya akan dikirim ke Kebun Binatang Yokohama di Jepang, setelah dikarantina di TSI Bogor selama satu bulan. “Karena yang mati bekantan betina, betinanya tinggal dua ekor. Padahal yang harus dikirim ke Jepang tiga betina dan dua jantan,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya heran mengapa KBS justru mengirim lebih banyak bekantan jantan, padahal yang jantan justru lebih kuat daya tahan fisiknya, sedangkan yang betina sangat rentan.