Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae).

Jumat, 30 Januari 2009 | 18:00 WIB

JAMBI, JUMAT — Imam Mujiyanto bin Suyut (21), satu dari korban tewas akibat diterkam harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) pada Rabu (28/1), akhirnya ditemukan. Jasad Imam yang telah tewas ditemukan warga di dalam hutan Puding berjarak puluhan kilometer dari lokasi pondok saat korban diterkam.

“Imam, warga Desa Sei Gelam Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, diterkam harimau saat tidur di pondoknya di pinggiran kawasan hutan Puding,” kata Kasat Reskrim Polres Muarojambi AKP Posma Lubis ketika dihubungi, Jumat (30/1). “Jasad korban Imam ditemukan tim pencari di dalam hutan dan kini jasadnya sudah dimakamkan pihak keluarga di Desa Sei Gelam,” katanya.

Saat ditemukan, kondisi mayat korban sudah mulai membusuk karena beberapa bagian tubuhnya terluka akibat gigitan dan sayatan kuku harimau tersebut. Adapun orangtua korban, Suyut (58), yang juga tewas dan ditemukan di lokasi kejadian sudah dimakamkan lebih dahulu oleh pihak keluarga.

Kepolisian setempat kini sedang berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi untuk menangkap harimau tersebut agar tidak lagi mengganggu warga sekitar hutan. Aparat kepolisian hanya bisa mengimbau warga yang tinggal di sekitar hutan setempat untuk tetap waspada terhadap serangan harimau yang bisa terjadi kapan saja karena binatang buas tersebut sedang berkeliaran di luar hutan untuk mencari mangsa.

Kejadian manusia diterkam harimau di Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, dalam sepekan terakhir ini sudah dua kali terjadi dengan menelan tiga orang korban jiwa. Peristiwa pertama pada Sabtu 23 Januari 2009, korbannya Raba’i bin Thalib (43), warga Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpe Ilir, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, yang berprofesi sebagai pencari getah pohon jelutung. Ia tewas diterkam harimau di kawasan hutan eks Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT Putra Duta Indahwood (PDI).

Insiden kedua, seorang petani, Suyut, dan anaknya, Imam, juga tewas diterkam harimau di hutan Puding Kabupaten Muarojambi. Belum diketahui pasti apakah kedua kejadian diterkam harimau tersebut saling berhubungan atau harimau yang memangsa korbannya adalah binatang yang sama.