Populasi Harimau di TNBT Bertambah
Seekor induk harimau Sumatra dan anaknya

Selasa, 27 Januari 2009 | 15:30 WIB

PEKANBARU, SELASA ā€” Populasi harimau sumatera yang akrab disebut “datuk belang” di Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), Riau, diperkirakan bertambah hingga mencapai 43 ekor. Koordinator Lapangan Program Konservasi Harimau Sumatera (PKHS) Muhammad Yunus di Pekanbaru, Selasa (27/1), mengatakan, jumlah harimau tersebut diperkirakan berdasarkan hasil pemantauan selama 20 bulan, Mei 2007 hingga Desember 2008.

“Hasil ini memang di luar perkiraan kami sebelumnya,” katanya. Perhitungan terakhir satwa langka bernama Latin Panthera tigris sumatrae itu dilakukan PKHS pada 2003 dengan jumlah 35 ekor.

Yunus menjelaskan, pemantauan harimau menggunakan 12 kamera jebakan yang ditempatkan secara berpindah-pindah. Jarak antarkamera mencapai dua kilometer dan ada yang dipasang hingga ketinggian 800 meter. Luasan pantauan harimau mencapai 35.000 hektar atau sekitar 24 persen dari luas keseluruhan TNBT.

Dalam proses pemantauan tersebut, lanjut Yunus, jumlah harimau yang dipotret sebanyak 13 ekor dan menunjukkan individu yang berbeda berdasarkan corak loreng setiap harimau. Dari hasil pemantauan juga diketahui tingkat kepadatan harimau di TNBT berkisar 0,9 hingga 2,9 ekor per 100 meter persegi.

“Hasil monitoring dipastikan valid dengan tingkat error di bawah satu persen,” ujarnya. Menurut dia, pertambahan populasi harimau kemungkinan besar juga dipengaruhi suksesnya sosialisasi antiperburuan harimau kepada warga di dalam TNBT.

TNBT sampai sekarang menjadi tempat tinggal suku pedalaman Talang Mamak. Kasus perburuan harimau terungkap pada 2004, ketika dua harimau ditemukan mati akibat perburuan liar. “Sebelumnya banyak perburuan harimau dilakukan orang luar yang mempekerjakan warga pedalaman,” ujarnya.

Dalam kurun 2004 hingga 2008, lanjutnya, PKHS juga menemukan indikasi harimau sumatera terus berkembang biak. Hal itu ditunjukkan dengan penemuan jejak anak harimau dan induknya di tiga lokasi yang berjauhan.

Ia mengatakan, satu induk harimau betina dapat melahirkan lima anak dalam satu kali kelahiran. Kendati begitu, hanya dua dari lima anak harimau yang memiliki kemungkinan hidup hingga dewasa karena berbagai sebab.
WAH
Sumber : Antara