Kira-kira awal bulan Oktober kemarin (tgl 3-7) kebetulan saya mengikuti Rapat Koordinasi dan Konsultasi Nasional (RAKORNAS)Dephut yang di selenggarakan di Cisarua. Inti kegiatan tersebut adalah konsultasi dan koordinasi baik pelaksanaan anggaran (DIPA Tahun 2008) maupun finalisasi penyusunan anggaran untuk tahun 2009, dimana pada acara tersebut masing-masing satker lingkup Dephut memperoleh pagu tetap anggaran buat tahun 2009.

Pada awalnya saya merasa “kesepian”. Di setiap kesempatan yang memungkinkan (ex: acara makan, cofee break dll) saya selalu mengedarkan pandangan ke masing-masing peserta. Saya sempat sms ke rekan kita Maris Feriyadi, SH, M.Hum yang lagi sibuk memberkas perkara di TNBBBS. Iseng saya bilang, “duh disini saya kesepian, sepertinya hanya saya satu2nya POLHUT yang hadir disini.” Jawaban Maris waktu itu “ya iyalah..masa ya iya dong..he..he. ..”

Tentu saja gak banyak POLHUT yang hadir, lha wong acaranya aja bidang keuangan/anggaran kok, kecuali penyegaran Polhut/PPNS ditanggung banyak POLHUT yang hadir. Palagi pada acara tersebut peserta diperkenankan pakai baju bebas. Saya beruntung bisa dapat pengalaman hadir di forum tersebut karena tahun ini kebetulan dipercaya pimpinan mengelola anggaran.

Tapi saya masih gak percaya, masa hanya saya seorang POLHUT yang hadir. Hari ketiga Rakor baru harapan saya terkabul. Saat itu disamping saya duduk seorang rekan yang tinggi, tegap, ganteng he..he.. Lazimnya orang timur kami kenalan, rupanya dia dari TN. Wakatobi. Senangnya lagi karena dia POLHUT juga. Namanya Untung. Polhut Angkatan I, sama dengan saya. Hanya saja di pendidikan dulu kami gak pernah bertemu. Dikmapta dia di Watu kosek, saya di Secapa. Alhamdulillah, dia baru aja menyelesaikan S2 bidang Konservasi Pantai (sorry Tung, kalo gue salah :P).

Pada saat cofeebreak kami baru bisa ngobrol dengan leluasa saling bertukar kabar. Dari hasil obrolan itu kami sama2 dapat banyak informasi, diantaranya udah banyak teman POLHUT yang bermetamorfosis ke bidang lain, baik di non struktural maupun di struktural. Diantaranya : Arman Labahe (Widya Iswara di BDK Makasar- saat ini dia gi ambil S2 di UGM), Sumitra (Kasi di BKSDA Kalsel-gi S2 UGM), Taqiudin (Kasi TNGP-Gi S2 IPB), P Erwin Haryo sasongko (Kasi TN. Gunung Palung Kalbar), Arif Widarto (Kasi di BKSDA DKI), Wily Tangker (Staf Bagian Hukum PHKA), Hendry Manalu (Staf Bagian Hukum PHKA), Henry Sulaiman (Kasi di Depkumham RI-benar2 disersi euy), Amri, S.H., M.Hum (Kasi di TNBBBS), Dody Syahputra (RLPS), Antonius Vevri (Kasi di Bukit 30), Handi Nasoka (Kasi di TN Tj. Puting), Okberto (Kasi di dishut sumut), Golga Purba (Kasi di Dishut Kab. Kubu raya Kalbar), Herbimo Utoyo (Kasi di BaPPEDA Kab. Kubu Raya), dll.

Wuihh..itu mungkin baru sebagian kecil yang berhasil kami identifikasi. Kemudian kami berpikir, seandainya semua rekan2 tersebut meskipun telah jadi pejabat or bermetamorfosis ke bidang lain, namun masih peduli dengan masalah2 ke POLHUT an. Sama2 menyingsingkan lengan baju memberikan sumbangan or ide demi perbaikan organisasi POLHUT ke depan. Saya yakin kedepan organisasi POLHUT akan lebih baik. Kunsinya hanya satu : “BAGAIMANA SILATURAHIM/ KOMUNIKASI TETAP TERJALIN”. Paling tidak hal paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah dengan mensosialisasikan “polhut_indonesia” baik email aor blog nya ke semua rekan2 Polhut baik yang masih di Polhut maupun yang dah di luar polhut.

Contoh kecil: saya sempat bergurau dengan Untung, coba ada polhut yang bermutasi di bagian program anggaran PHKA ya, pasti anggaran pengamanan akan lebih di gedein dari program lainnya he..he..he..

Contoh lain : Pada saat saya penelitian tesis di Jakarta, kebetulan saya perlu data soal status badan hukum sebuah yayasan. Saya dapat informasi dari rekan Willy Bonger POlhut angk I (kalo ga salah kasi di dishut DKI, bahwa ada rekan kita Henry Sulaiman, dulu Polhut di TN. Ujung Kulon, tapi udah “disersi” ke depkumham RI. Akhirnya dari Willy Saya dapat no telp Henry.

Rekan2 semua.. Awalnya saya sempat ragu saat hendak menghubungi Henry. Iya takutnya dia udah lupa ma saya, kan gak enak kalo kita udah SKSD (sok kenal sok dekat) malah Henry nya lupa ma saya. Saya beranikan juga hub dia, eh surprise bro.. Henry masih ingat saya (betulan kami di barak yang sama meski beda pleton), bahkan segala “penderitaan” di Secapa POLRI masih diingatnya. Ada satu kalimat dia yang bikin saya terharu : “Jok, meskipun saya udah gak di Polhut lagi. Tapi jiwa saya tetap Polhut. Dan saya selalu terbuka buat teman2 Polhut.” (Trims Hen..atas semua bantuan lo..). Malah saat itu dia sempat nawarin mau bayarin tiket bis saya Jkt-Yogya, tapi saya tolak (ogah Hen..abis bis, coba tiket pesawat, dengan senang hati he..he. sorry becanda). Yang benar karena saya dah banyak repotin dia.

Akhirnya teman2.. mengingat udah pukul 13.30 wib, n perut saya udah keroncongan. . saya udahin dulu ya cerita siang ini. Maklum tar kalo maag saya kambuh biaya berobatnya bisa melebihi uang makan kita..he..he. .he..

Saya tunggu komentarnya ya..

Eh bentar kita buat kesimpulan dulu dari cerita di atas, pokoknya baik buruknya organisasi Polhut semuanya tergantung pada kita semua, oke?

Wasalam

Joko