Lubukbasung, Padek—Satuan Tugas Polisi Hutan Dinas Perkebunan Kehutanan Agam sore kemarin sedikitnya menyita 7 m3 (tujuh meter kubik) kayu ilegal jenis meranti dan rimba campuran di Kayu Pasak, Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan. Tim gabungan Polhut Agam dan Sumbar itu langsung menyita balok-balok kayu hasil penebangan liar (illegal logging) dari dalam hutan dan mengamankan di Kantor Dinas Kehutanan Agam.  Operasi gabungan yang dipimpin langsung Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan Agam Ir Arman

syah Dt Rajo Dihilia dan Komandan Satgas Polhut Agam Yaflis itu kemarin sempat nyaris bentrok dengan pelaku illegal logging yang kabur saat pengejaran. Bahkan petugas sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk menghentikan pelaku yang kabur. Armansyah didampingi Yaflis serta beberapa personil Polhut Agam saat pembongkaran kayu hasil tangkapan di Markas Polhut Agam menjelaskan, operasi yang digelar merupakan rangkaian kegiatan rutin Polhut Agam dalam pengamanan hutan di Kabupaten Agam.

Penangkapan 7 m3 kayu ilegal jenis meranti dan rimba campuran itu melalui proses yang cukup panjang dan sulit. Sebab ungkapnya, masyarakat sendiri terkesan melindungi para pencuri kayu hutan, itu dibuktikan dengan rangkaian pengintaian yang dilakukan sejak beberapa waktu terakhir. Untuk antisipasi kebocoran, tim Polhut Agam sengaja menggelar operasi saat hari libur.

Di mana pihaknya, sejak pagi melakukan pengintaian di kawasan tersebut, setelah mendapat informasi ada tumpukan kayu yang akan dikeluarkan pemiliknya dengan osoh. ”Kita berhasil menemukannya dan langsung melakukan penyitaan,” tegas Armansyah didampingi Yaflis. Yaflis, penerima penghargaan presiden sebagai Dan Satgas Polhut terbaik di Sumbar itu menambahkan, proses penyitaan kayu ilegal itu sempat mendapat perlawanan.

Sewaktu pihaknya tengah berupa menyita kayu, pemilik kayu ilegal tersebut berupa bertindak nekat, mencoba melakukan perlawanan. Tapi cukong kayu itu, kemudian berhasil kabur dari sergapan petugas, walaupun sudah diberikan tembakan peringatan. ”Pelakunya masih dalam proses penyidikan. Tapi identitas serta keterangan pendukung lainnya telah kita kantongi,” jelas Yaflis.

Kayu sitaan itu selanjutnya dibawa dengan truk masyarakat ke Markas Polhut Agam untuk proses pemeriksaan. Kayu tangkapan ini ditempatkan bersama kayu sitaan lain hasil operasi Polhut Agam.  Kadinas Perkebunan-Kehutanan Sementara Armansyah menegaskan, kasus-kasus illegal logging akan terus ditekan dengan operasi intensif yang digelar di seluruh wilayah Agam. Di sisi lain dia mengaku masih menemui kendala sarana dan dana pendukung dalam melancarkan operasi di lapangan.

”Namun kita sudah usulkan pada pimpinan, mengingat aksi penjarahan hutan masih cukup tinggi dan harus ditertibkan sesuai Instruksi Bupati Agam,” ujarnya.  Ikut dalam operasi gabungan Polhut Agam dan Polhut Sumbar ini antara lain, Nurmatias, M Nasar, Andi Junaidi, Fitra Effendi St Mudo (Polhut Agam) serta Yanuar SH Msi, Amrizal, Meirizal dan Sujatno SH (Polhut Sumbar). (*)