Jakarta, GhaboNews – Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Elang dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menggerebek sindikat perdagangan satwa liar di pasar burung Satria Bali.

Dalam penggrebekan pekan lalu yang dipimpin koordinator Polhut Budi Adyana dan Penyidik Pegawai Negeri Negeri Sipil (PPNS) BKSDA Bali I.D.N Gede Yoga itu berhasil tertangkap tangan seorang pedagang satwa TW yang menjual burung nuri bayan (Eclectus roratus). Tersangka kini ditahan di Polda Bali.

Sebelumnya, berdasarkan monitoring ProFauna Indonesia yang dilakukan di pasar burung Bali, Jawa dan Sumatra, Pasar Satria merupakan salah satu pasar yang tinggi dalam peredaran jenis burung nuri dan kakatua. Dalam setahun rata-rata sekitar 500 ekor nuri dan kakatua diperdagangkan di Bali.

Jenis burung yang diperdagangkan adalah jenis kakatua besar jambul kuning (Cacatua galerita), nuri kepala hitam (Lorius lory), bayan (Eclectus roratus) dan jenis dilindungi lainnya. Terungkapnya sindikat perdagangan nuri dan kakatua di Bali tersebut diharapkan akan memutus rantai perdagangan burung nuri dan kakatua di Bali.

Laporan ProFauna berjudul Pirated Parrot yang diluncurkan pada 22 Mei 2008 menyebutkan setiap tahunnya sekitar 10.000 ekor burung nuri dan kakatua ditangkap dari Pulau Halmahera, Maluku Utara untuk diperdagangkan.